Senin, 24 Oktober 2016

“IMAN YANG DISEGARKAN”

Pembacaan :
Markus 5:25-34
Bila tanaman membutuhkan air untuk dapat bertumbuh, maka iman membutuhkan firman untuk dapat bertumbuh.
Dalam ayat terakhir dari pembacaan ini Yesus katakan: “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau”. Hal ini beranjak dari kepercayaannya dengan berkata dalam hati, “asal kujamah jubahNya...”.
Hal ini dikatakan olehnya, karena ia lebih dahulu mendengar Firman dari setiap pengajaran yang Yesus sampaikan.
Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan, yang membuat ibu ini menjadi sembuh.
1.     Ia mendengar tentang Yesus (Ayat 27)
Banyak orang mendengar tentang Yesus namun tidak percaya bahkan memusuhiNya. Contoh para ahli taurat dan orang-orang farisi. Berbeda dengan perempuan ini! Ketika ia mendengar tentang Yesus, ia menjadi sangat percaya kepadaNya.
2.     Ia berusaha (Ayat 27)
Saat berada ditengah-tengah kerumunan orang, perempuan ini pasti sangat kesulitan untuk mendapatkan Yesus. Namun dengan keterbatasannya (Sedang menderita sakit), wanita ini teru berjuang.
Didalam kehidupan kekristenan terkadang kita berbeda dengan perempuan ini! Saat masalah datang atau saat merasa tidak sanggup lagi yang dilakukan bukannya menyerahkan semua pergumulan kepada Tuhan melainkan berusaha dengan mencari alternatif lain yang justru membuat nya menjauh daripada TUHAN.
3.     Ia Percaya sebelum mengalami (Ayat 28)
Ada banyak orang yang menghindari berbagai hal karena takut sebab belum meihat hasilnya. Namun perempuan ini berbeda. Dia sudah sangat percaya kepada Yesus sehingga dia tahu walau hanya menjamah jubahNya dia pasti sembuh.
Ketika Yesus dikerumuni banyak orang, pasti ada banyak orang sakit diantaranya, dan firman Tuhan menyebutkan bahwa mereka berdesak-desakkan, namun mengapa hanya peremuan ini yang memperoleh kesembuhan? Karena dia lebih dahulu percaya sebelum ia melihat!

Dari tiga hal ini ada 2 hal yang akhirnya terjadi didalam dirinya:
1.     Pendarahannya sembuh seketika (Ayat 29)
2.     Memperoleh keselamatan (Ayat 34)

PERCAYA DENGAN SUNGGUH KEPADA YESUS DAN LIHATLAH BAGAIMANA KUASANYA BEKERJA!

Minggu, 14 Agustus 2016

KEMULIAAN BAPA

Yoh. 17:1-5 (Harus Dibaca dahulu)

Kemuliaan Bapa. Doa adalah ungkapan terjelas dari kondisi hati orang terdalam. Hal ini dapat kita lihat di dalam perumpamaan Yesus tentang doa orang Farisi dan pemungut cukai (Luk. 18:9-13). Dalam doa-Nya ini terpampang jelas siapa Yesus dalam kesadaran diri-Nya, apa sikap- Nya terhadap Bapa, terhadap para murid-Nya, dan terhadap semua orang yang percaya kepada-Nya. Bagian pertama doa yang sering disebut sebagai “Doa Imam Besar Agung” ini berisi permohonan untuk diri-Nya kepada Bapa.

Betapa akrab dan uniknya hubungan Yesus dengan Bapa tampak dalam beberapa hal. Pertama, Dia menengadah ke surga, menandakan hubungan-Nya yang akrab dengan Bapa. Kedua, Dia menyapa TUHAN sebagai “Bapa” dan menyebut diri-Nya sebagai “Putra-Mu.” Bila kedua hal ini kita gabungkan dengan pernyataan-Nya bahwa Ia sudah memiliki kemuliaan kekal yang dimiliki-Nya bersama Bapa sebelum Ia menjadi manusia (ayat 5), kita dapat menyimpulkan bahwa Ia sedang berbicara tentang hubungan yang sangat unik antara diri-Nya dengan Bapa.

Bahwa dalam bagian ini Tuhan Yesus memohon kemuliaan bagi diri-Nya, tidak dapat kita samakan dengan keinginan manusia yang cenderung mencari kehormatan, kemuliaan, atau penghargaan untuk dirinya sendiri. Kemuliaan yang Yesus minta dari Bapa ada dalam hubungan dengan beberapa kenyataan. Pertama, karena Ia sudah memenuhi rencana Bapa untuk memberi hidup kekal. Hidup kekal adalah mengalami hidup TUHAN. Kita tahu bahwa itu dapat terjadi karena Ia kelak menyerahkan nyawa-Nya dan membuat pengampunan dari TUHAN dan kasih TUHAN untuk orang-orang pilihan-Nya menjadi kenyataan. Itu diwujudkan-Nya bukan saja melalui ajaran-Nya, tetapi juga melalui sikap hidup-Nya dan bahkan di dalam kematian- Nya. Semua itu karya Yesus yang memuliakan dan menyukakan hati Bapa. Kedua, yang diminta-Nya adalah sesuatu yang memang merupakan hak-Nya. Ia adalah Putra yang rela meninggalkan surga menjadi manusia. Maka, yang diminta-Nya ini adalah pengokohan Bapa bahwa semua yang Yesus lakukan berkenan kepada Bapa.

"Agar kita dapat hidup mempermuliakan Tuhan, Yesus rela meninggalkan kemuliaan-Nya".
So,jgn sia2kan pengorbanan Kristus guys...!!! 😉👍

Kamis, 19 Mei 2016

“WASPADA TERHADAP PENGAJARAN SESAT”

“WASPADA TERHADAP PENGAJARAN SESAT”

Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan  Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. (Ibr. 2:1-4).

Dalam pembacaan diatas, kita melihat dalam ayat pertama dikatakan kita harus beih teliti ketika mendengar sesuatu. Mengapa? Karena kepada setiap orang percaya, Tuhan telah berikan keselamatan itu secara Cuma-Cuma dengan pengorbanan anakNya yang tunggal. Karena itu kita perlu waspada terhadap apa yang kita dengar, karena jangan sampai hal itu mendoktrinasi pikiran kita dengan hal-hal yang menyimpang dari kebenaran firman yang kita pegang teguh sebagai landasan iman kita.
Ada banyak cara setan untuk menjebak orang percaya, salah satunya dengan pengajaran yang seolah-olah benar, namun tidak memiliki dasar Firman yang dapat dipegang. Salah satu contoh seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kab. Alor , desa pantar Proponsi NTT. Didaerah tersebut ada beberapa persekutuan doa yang terkontaminasi dengan ajaran yang menyimpang, yakni dengan munculnya beberapa orang yang menamakan diri mereka sebagai “laskar Kristus”. Tugas mereka ini adalah menjaga ibadah, dan ketika salah satu anggota mengatakan bahwa ia menadapat “wahyu Tuhan” bahwa ada salah seorang dari anggota persekutuan yang memegang jimat dsb, maka orang tersebut akan mereka pukul hingga babak-belur.
Ajaran-ajaran seperti ini sebenarnya tidak memiliki dasar Firman, karena tidak ada firman yang menjamin hal terebut. Pertanyaannya: mengapa ajaran tersebut bisa masuk? Jawabannya adalah karena tidak memiliki pemahaman Firman yang benar.

Dari pembacaan diatas, Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa firman Tuhan yang kita dengar adalah Firman yang disampaikan Tuhan melalui malaikat, karena itu ketika ada pelanggaran yang dibuat maka akan ada balasan yang setimpal yang akan Tuhan berikan pada siapa yang melanggar. Firman yang Tuhan berikan juga adalah firman yang disertai dengan mukjizat-mukjizat, jadi ketika mendengar firman Tuhan disampaikan, harus diterima dengan sungguh-sungguh karena ada kuasa yang menyertai. Dan apabila kuasa Tuhan menyertai, maka anda tidak mudah untuk terjebak dengan pengajaran-pengajaran yang menyimpang dari kebenaran. Amin.

Selasa, 03 Mei 2016

MENJADI ORANG-ORANG YANG BERBAHAGIA


“MENJADI ORANG-ORANG YANG BERBAHAGIA”
LUK. 11:27-29

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."  Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Kita semua adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan bahkan sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4). Karena itu sebagai orang-orang pil ihan kita harus bersyukur karena kenyataan bahwa kita adalah orang-orang yang istimewa dihadapan Tuhan.
Dalam injil Lukas, penulis mencatat kata “berbahagialah” sebanyak 16 kali. Dalam prinsip menafsir kalimat yang diulang-ulang merupakan suatu hal yang penting. Dengan kata lain, penulis  injil Lukas ingin menyatakan bahwa “kehidupan yang berbahagia” merupakan hal yang penting. Sebab kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, adalah kehidupan yang sempurna. Dalam kitab Amsal, penulis mengatakan bahwa “Hati yang gembira adalah obat yang manjur” artinya orang yang selalu hidup dalam kebahagiaan adalah orang-orang yang selalu dalam perlindungan Tuhan.
Bila dihubungkan dengan bagian ini, berdasarkan ayat Firman Tuhan diatas, Tuhan Yesus berkata bahwa yang berbahagia bukan orang yang menjadi ibunya dalam maksud adalah Maria. Tetapi yang berbahagia adalah orang yang medengarkan Firman Tuhan dan memeliharanya. Jadi ukuran untuk menjadi orang yang berbahagia bukan harta benda yang kita miliki, melainkan ketika kita mendengar dan memelihara Firman Tuhan. Karena itu semakin kita mendengar dan memelihara Firman, maka semakin berbahagialah kita.
Memang dalam mengikut Tuhan, kita harus menyangkal diri dan memikul salib. Artinya ada beban yang juga harus kita tanggung, dan justru saat kita rajin mendengar Firman dan memeliharanya, kita akan mendapatkan banyak janji yang Tuhan berikan didalamnya untuk menguatkan kita saat menghadapi permasalahan kehidupan sehingga kita tidak perlu lagi untuk takut dan putus asa.

Tetaplah berbahagia dan jangan pernah khawatir untuk memikul kuk yang Tuhan pasang, sebab Yesus berkata: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat. 11:30).

Minggu, 01 Mei 2016

“PENDALAMAN ALKITAB” SABAR, KESABARAN, PANJANG SABAR

“PENDALAMAN ALKITAB”
SABAR, KESABARAN, PANJANG SABAR
(Ibrani erekh, Yunani makrothumia).
Sumber : Ensiklopedi Alkitab


I. Sifat Allah Yg Panjang Sabar
Sifat ini bukanlah kepasifan, tapi penguasaan atau pengekangan ataupun pengendalian diri Allah menghadapi perlawanan dan hal-hal lain yg menimbulkan amarah-Nya. Sifat ini hampir selalu dikaitkan dengan sifat kasih sayang dan kemurahan Allah terhadap orang berdosa dan pemberontak, yg sebenarnya patut kena murka-Nya. Tanda perlindungan diberikan-Nya kepada Kain (#/TB Kej 4:15*), pelangi (#/TB Kej 9:11-17*; bnd #/TB 1Pet 3:20*), berkali-kali Israel yg durhaka itu dipulihkan kembali (#/TB Hos 11:8-9*), diselamatkan-Nya Niniwe (#/TB Yun 3*), pembelaan Yesus yg berulang-ulang atas Yerusalem (#/TB Mr 12:1-11*), penundaan kedatangan Kristus yg kedua kalinya (#/TB 2Pet 3:9*),  —  semuanya itu adalah ungkapan dari panjang sabar Allah. Kesabaran Allah adalah ‘pemberian tempat dan waktu bagi manusia dengan maksud tertentu’ (Barth). Panjang sabar Allah adalah kesempatan yg diberikan untuk bertobat (#/TB Rom 2:4*; #/TB 2Pet 3:9*), dan doa dapat memperpanjang kesempatan ini (#/TB Kej 18:22* dab; #/TB Kel 32:30*; #/TB 1Yoh 5:16*).

II. Kesabaran Manusia
Dalam Ams sifat ini paling dipuji; karena sangat berharga dalam praktik hidup untuk menghindari perselisihan, juga dalam menertibkan perkara-perkara dunia dengan bijaksana, terutama jika terlibat dalam hal-hal yang menimbulkan amarah. Orang Kristen wajib menunjukkan kesabaran seperti kesabaran Allah, dalam hubungan satu sama lain (#/TB Mat 18:26,29*; #/TB 1Kor 13:4*; #/TB Ef 4:2; 1*.Tes #/TB Ef 5:14*), sebab panjang sabar adalah salah satu dari buah Roh Kudus (#/TB Gal 5:22*). Kesabaran dalam hubungan dengan sesama harus sesuai dengan kesabaran (Yunani hupomone) dalam menghadapi penderitaan dan cobaan (#/TB Rom 5:3*; #/TB 1Kor 13:7*; #/TB Yak 1:3; 5:7-11*; #/TB Wahy 13:10*). Kesabaran yg menyerupai kesabaran Yesus ini (#/TB Ibr 12:1-3*) adalah karunia ilahi (#/TB Rom 15:5*; #/TB 2Tes 3:5*). Orang Kristen yg bertahan sampai akhir karena kesabarannya, akan selamat atau memperoleh hidupnya (#/TB Mr 13:13*; #/TB Luk 21:19*; #/TB Wahy 3:10*).


Selasa, 29 Maret 2016

YESUS MENAMPAKAN DIRINYA

http://pdkristusalfaomega.blogspot.co.id/
YESUS MENAMPAKAN DIRINYA
Mark. 16:9-20

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Pada bagian ini ketika Tuhan Yesus menampakan diri mula-mula kepada Maria Magdalena, lalu kemudia Maria pergi dan menceritakan kepada murid-murid yang lain, mereka tidak percaya. Mungkin karena mereka masih berkabung, sebab seorang guru besar yang begitu berpengaruh dalam kehidupan mereka harus mati ditangan orang-orang berdosa. Atau mungkin mereka masih dalam keadaan kelemahan iman sebab mereka harus melihat bagaimana guru mereka harus menderita dianiaya oleh para tentara Romawi, dan bahkan mati tergantung dikayu salib. Sehingga mereka merasa bahwa itu merupakan hal yang tidak masuk akal kalau orang yang baru mati didepan mata mereka, menampakan diri sebagai orang yang hidup.
Hal yang sama terjadi ketika Yesus menampakan diri lagi pada dua orang pada jalan menuju Emaus, mereka tetap tidak percaya. Bahkan dibagian lain menceritakan bagaimana salah seorang murid, yakni Tomas mengatakan bahwa sebelum ia tidak akan percaya sebelum ia mencucukan jarinya pada lambung Yesus yang tertikam, hanya saja pada bagian ini tidak menceritakan kisah tersebut.
Ketika mereka masih berdebat dalam ketidakpercayaan mereka, Yesus datang dan menampakan diri kepada mereka, dan mencela ketidakpercayaan mereka. Ada banyak orang percaya yang meninggalkan iman mereka hanya karena belum melihat suatu tanda atau mukjizat yang mereka nantikan. Orang-orang seperti ini sebenarnya belum begitu mengalami Tuhan dalam kehidupan mereka.
Bagian berikutnya, setelah Yesus menampakan diriNya kepada mereka semua, Ia memerintahkan kepada mereka untuk memberitakan injil kepada segala makluk. Perintah ini sebenarya bukan hanya bagi murid-murid pada saat itu saja! Perintah ini juga ditujukan pada kita semua orang percaya sebab firmaNya berkata “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: ...” (Ayat 17).
Mungkin ketika hendak melakukan penginjilan kita merasa malu, takut, dan sebagainya. Tetapi bagian firman dalam ayat 17-18 (Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh), menguatkan kita semua. Tugas kita hanya melakukan apa yang Tuhan perintahkan, untuk selanjutanya adalah tugas Tuhan.

Tetap percaya dan andalkan TUHAN selalu!!!! TUHAN Yesus memberkati kita semua. Amin.

PETRUS MENYANGKAL YESUS

PETRUS MENYANGKAL YESUS
Markus 14:26-31

“Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.  Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea." Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang lain pun berkata demikian juga”.

Yesus memberikan gambaran kepada murid-muridNya bahwa suatu saat bahwa Ia akan memukul gembala-gembala. Dan hal itu akan membuat iman mereka tergoncang.
Tetapi yang Ia maksud sebagai gembala adalah Ia sendiri, makanya Petrus dengan percaya diri mengatakan bahwa ia tidak akan menyangkal Yesus, sebab ia tidak percaya bahwa Yesus sebagai gembala akan mengalami nasib seperti itu. Apalagi ia mengenal siapa Yesus. Ia tahu bahwa Yesus adalah seorang yang sanggup melakukan banyak mukjizat, sehingga tidak terlintas dalam benaknya bahwa ia akan menyangkal Yesus.
Terkadang sadar atau tidak sadar kita juga sering menyangkal Yesus dalam kehidupan kita. Terkadang kita sering berkata “saya mau iring Yesus selamanya, sekaipun harus mati untuk Yesus” namun pada kenyataannya kita sering menyakiti hatiNya.
Mengikut Kristus, sama halnya dengan ketika seorang mengambil seorang Istri atau suami. Ia harus lebih dulu mengenal pasangannya dengan baik baru mengambil langkah untuk menikah. Artinya ketika kita berkata “Aku mau mengikut Yesus selamanya” maka sebaiknya kita harus mengenal Yesus dengan baik.
Ketika Petrus menyatakan bahwa ia tidak akan menyangkal Yesus, ia sebenarnya beranggapan bahwa Yesus sanggup menolong dia kapanpun. Namun ketika ujian sesungguhnya datang kepadanya, yakni saat ia melihat orang yang begitu luar biasa dihadapannya harus menderita. Imannya menjadi goyah terhadap Yesus, sehingga akhirnya iapun menyangkal Yesus.
Peristiwa lain yang terjadi setelah penyangkalan Petrus, ia berbalik kepada TUHAN dan memohon pengampunan. Dan TUHAN mengampuni dia. Ini menunjukan bahwa sebesar apapun kesalahan kita TUHAN maha pengampun. Sebab rancangan TUHAN adalah rancangan yang penuh damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Namun kadang kitalah yang membuat rancangan kecelakaan terhadap diri kita sendiri.

Sekarang apa yang menjadi pilihan kita? Mau kembali seperti yang Petrus lakukan atau tetap tinggal dalam keadaan kita sekarang. Amin.

Selasa, 08 Maret 2016

MENDERITA BERSAMA KRISTUS

Pembicara : Bpk. Jeuli Selly
Editor : Ev. Benyamin Ludji Riwu, S.Th

MENDERITA BERSAMA KRISTUS
LUKAS 23:8-12
“Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun. Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan”.


Saat ini kita sedang berada pada minggu sengsara yang kelima. Saat dimana orang-orang percaya merenungkan kebaikan TUHAN, dimana Bapa di Surga memberikan anak-Nya yang tunggal, yakni TUHAN Yesus Kristus sebagai korban penebusan bagi kita (Yoh. 3:16).
Sama halnya dengan dosa masuk mulai dari 1 orang yakni Adam, demikian juga Kristus datang sebagai 1 orang yang membawa keselamatan bagi kita orang percaya. Ketika kita percaya dengan sungguh-sungguh kepada Dia (Kristus), maka keselamatan dari TUHAN akan ada di pihak kita. Disamping keselamatan ada banyak bonus yang TUHAN berikan buat setiap kita yang benar-benar percaya.
Contoh : Kesaksian Hamba TUHAN.
“Beberapa waktu yang lalu, beberapa pemuda mabuk melempari rumah saya dengan batu. Secara manusia, saya pasti marah. Namun saat itu TUHAN ingin melihat kesabaran saya, bahkan salah satu pemuda sebagai perantara datang kepada saya dan berkata bahwa salah seorang temannya tidak mau datang dan beribadah lagi ditempat saya. Saat ini saya katakan : tidak apa-apa karena TUHAN akan menggantikan yang satu itu dengan sepuluh orang baru. Dan puji TUHAN, hal tersebut terjadi pada ibadah minggu berikut”.
Dari kesaksian ini, ada pelajaran penting buat kita, yakni disaat kta bersandar dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN, maka Ia akan menunjukan kuasa-Nya bagi kita.
Dalam bacaan Firman TUHAN ini, kita membaca, bahwa Herodes sangat senang ketika orang-orang membawa Yesus kepadanya. Apa penyebabnya? Penyebabnya ialah karena selama ini ia hanya mendengar tentang Yesus yang melakukan banyak mukjizat. Tetapi karena tidak ada kebenaran didalamnya, ia pun mengolok-olok TUHAN Yesus didepan banyak orang.
Pelajaran dari kisah ini: Saat Yesus diolok-olok oleh mereka, Ia tidak pernah menaruh dendam kepada mereka. Bagaiaman dengan kita orang percaya? Terkadang kita juga mengalami hal yang sama! Mungkin saat kita sedang beribadah, lalu kemudian orang-orang diluar mencemooh kita. Saat seperti itu, apakah kita akan membenci mereka? Bila kita membenci mereka, maka kita sama halnya dengan mereka! Yang TUHAN mau, kita melakukan hal yang sama dengan apa yang TUHAN lakukan.
Perhatikan Firman TUHAN! Ayat 1 “Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang...”. Herodes begitu ingin melihat bagaiamana Yesus membuat mukjizat. Namun ketika Yesus tidak menjawab pertanyaannya, iapun mulai kesal. Ditambah lagi karena tuduhan dari orang-orang farisi dan alhi taurat membuat dia bersama pasukannya menista Yesus.
Dalam kekristenan ada banyak orang “Kristen” yang sifatnya seperti Herodes! Mereka sangat senang kepada TUHAN Yesus hanya karena ingin melihat mukjizat dan pertolongan-pertolongan TUHAN yang ajaib. Namun ketika mukjizat itu belum terjadi dalam hidup mereka, mereka meninggalkan iman mereka, atau bahkan menjadi penista-penista Kristus.

Sebab itu, sebagai anak TUHAN, hendaklah kita menderita bersama dengan Kristus dengan tetap beriman kepada-Nya tanpa ragu-ragu. Jangan mengikut TUHAN karena keinginan daging kita, tetapi ikutlah TUHAN karena Ia telah menderita bahkan mati untuk kita semua. Ikut menderita bersama TUHAN artinya adalah tetap mengampuni sama seperti Yesus mengampuni orang-orang yang menista, meludahi, menyiksa Dia dengan berkata kepada Bapa saat berada dikayu salib “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!”. Amin.

Minggu, 06 Maret 2016

Ilustrasi "Cerita 3 Pemuda"


Di sebuah kafe di daerah bilangan Jakarta Barat ada 3 orang pemuda yang sedang mengobrol santai. Dengan minuman pesanan mereka yang baru saja datang ke meja mereka, ketiga pemuda ini dengan asyik meneruskan pembicaraan mereka yang sempat terhenti.
Hingga tibalah pada satu pertanyaan yang ditanyakan oleh salah satu dari mereka. Merasa kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh temannya, kedua pemuda tersebut dengan senyum kecil mencoba berpikir tentang jawaban yang masing-masing hendak mereka keluarkan.
Saatnya mereka memberikan jawaban, tidak terkecuali temannya yang memberikan pertanyaan tersebut. Pemuda pertama berkata, "Saya sendiri masih bingung menjawab pertanyaan ini, sungguh saya tidak tahu jawabannya." Lalu Pemuda kedua memberikan jawabannya, "Saya pun sama seperti dia, tidak tahu harus memberikan jawaban apa." Sampailah sekarang giliran pemuda ketiga yang memberikan jawaban, dengan penuh percaya diri dia menjawab, "Saya awalnya pun pertama kali tidak tahu jawabannya, akan tetapi sekarang saya bisa menjawab bahwa saya kagum kepada mereka".
Saudara pasti penasaran, pertanyaan apa yang dilontarkan pemuda tersebut kepada dua temannya. Pertanyaan yang Saudara pun bisa menjawabnya, yakni "Apa yang akan Saudara katakan kepada mereka yang sedang berjuang walaupun mereka memiliki keterbatasan fisik di tubuh mereka???"

Sungguh tiada manusia yang dapat berkata dia sudah sempurna karena setiap kita diciptakan tidak sempurna. Hal itu dilakukan Tuhan agar manusia tahu bahwa semua manusia berharga di hadapan-Nya.

Senin, 22 Februari 2016

DOA BAPA KAMI (DATANGLAH KERAJAAN-MU) Part II

DR. Erastus Sabdono
DOA BAPA KAMI
(DATANGLAH KERAJAAN-MU)
Matius 6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
DAMAI SEJAHTERA.
Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Prinsip berikut dari Kerajaan Allah adalah Damai Sejahtera. Damai sejahtera dalam bahasa asli disebut (eirene – Yun) TUHAN Yesus pernah bersabda kepada murid-muridNya di dalam Injil Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.". Damai sejahtera yang diberikan TUHAN adalah damai sejahtera yang melampaui segala akal (Bandingkan Filipi 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus). Yang tidak dilampaui segala akal tidak dapat dijelaskan, tetapi harus dialami.
Damai TUHAN itu luar biasa; makanya kita tidak boleh damai karena kita mempunyai ini dan itu. Dengan merasa damai oleh harta duniawi, berarti kita memberhalakan sesuatu, sebab orang yang mrncintai dunia berarti menyembah iblis.

Harap dibedakan antara keinginan dan kebutuhan. Punya keinginan tidak salah, tetapi apabila kita berkata “Datanglah KerajaanMu” berarti keinginan kita harus disalibkan lalu kehendak Allah harus disalin kedalam hidup kita. Apabila kita tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, maka hidup kita bisa rusak. Sering kita gagal disini, sebab kita belum sempurna dan masih harus belajar. Ingat, iblis memberi apa yang manusia ingini, tetapi TUHAN memberi yang terbaik. Kita mau pilih yang mana?

Minggu, 21 Februari 2016

DOA BAPA KAMI Part. 1

DR. Erastus Sabdono
DOA BAPA KAMI
(DATANGLAH KERAJAAN-MU)
Matius 6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Hidup Keagamaan Harus Lebih Benar
Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Prinsip dari kerajaan Allah adalah kebenaran. Apakah kebenaran itu? Kata yang digunakan untuk kebenaran disini adalah (dikaiosune – Yun) yang juga digunakan dalam sabda TUHAN Yesus dalam Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Untuk bisa masuk dalam kerajaan itu, TUHAN Yesus mengingatkan agar hidup keagamaan para pengikut-Nya harus lebih benar daripada hidup keagamaan para ahi taurat dan orang farisi.
Kata hidup keagamaan disini sesungguhnya menggunakan kata (dikaiosune – Yun), yang berarti kebenaran. Dikaiosune di sini berarti kebenaran yang bertalian dengan sikap hati dan karakter, berbeda dengan kata Yunani lain yang dalam bahasa Indonesia juga diterjemahkan “kebenaran”, yaitu alethia yang berarti pernyataan yang benar.
Tentu sikap hati akan tampak dari tindakan luar. Yesus berkata hidup keagamaan kita harus lebih daripada mereka. Hidup keagamaan berarti kelakuan yang baik. Ini yang kelihatan, tetapi pasti juga meliputi yang tidak kelihatan sebab itulah asal kelakuan yang baik itu. Sebab, tanpa sikap hati yang benar, bagaimana kita dapat hidup lebih baik daripada para ahli taurat dan orang farisi yang sangat teliti dengan hukum dan peraturan? Jika kita cerdas dalam mengerti kebenaran dan peka terhadap apa yang dikehendaki oleh Allah Bapa, kita akan melampaui mereka semua, sebab mereka hanya melakukan hukum taurat saja.
Jadi sekali lagi, kita lebih benar dari mereka bukan karena hukum. Hati tidak diwarnai oleh hukum yang berbunyi: “tidak boleh begini... tidak boleh begitu”. Tetapi hati harus diwarnai oleh prinsip-prinsip kebenaran, sehingga dapat membaca hati TUHAN.

Kebenaran tidak dibangun dari hukum dan peraturan, tetapi dari kepekaan mengerti kehendak Allah. Kepekaan timbul dengan MEMBERI DIRI DIKENDALIKAN OLEH ROH KUDUS. Kepekaan timbul dengan memberi diri diperintah oleh TUHAN. “Datanglah KerajaanMu”, pemerintah kerajaan Allah terwujud.

Rabu, 17 Februari 2016

MENJADI PEKERJA YANG TULUS

 Ev. Benyamin Ludji Riwu
MENJADI PEKERJA YANG TULUS
MATIUS 20:1-16
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Perumpamaan ini berbicara soal kerajaan Surga dan pemiliknya yakni TUHAN sendiri.
Firman TUHAN katakan bahwa “pada pagi-pagi benar... kira-kira pukul 9... kira-kira pukul 12 dan pukul 3 petang... kira-kira pukul 5 petang Tuan ini mencari orang-orang yang siap dipakai untuk mengelola kebun-Nya.
Demikian dengan TUHAN Yesus. Sampai saat ini Ia masih terus mencari orang2 yang.mau untuk bekerja pada ladang-Nya yang sudah menguning.
Pertanyaan yang pas untuk masalah ini adalah, “mengapa TUHAN mencari pekerja?” alasannya sangat sederhana! Yakni karena ada banyak orang yang sudah menjadi Kristen namun malas atau keberatan untuk melayani TUHAN, bahkan ada orang yang berstatus sebagai anak TUHAN namun tidak pernah menunjukan sikap atau karakter sebagai anak TUHAN. Karena itulah TUHAN Yesus katakan dalam Yohanes 4:35 bahwa “... ladang-ladang sudah menguning dan matang untuk dituai” namun Matius 9:37 “...Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”.
Kembali pada kasus ini! TUHAN mengatakan bahwa setiap saat Ia mencari orang-orang untuk melayani. Dan setelah diberikan pelayanan, masalahpun terjadi! Dalam ayat diatas Firman TUHAN katakan, pada saat pembagian upah, semua perkerja mendapatkan hasil yang sama yakni 1 dinar sesuai dengan kesepakatan. Namun terjadi pemberontakan didalamnya. Yakni oleh pekerja yang sudah lebih dulu masuk.
Hubungannya dengan pekerjaan pelayanan adalah banyak orang yang sudah lebih dulu melayani Tuhan malah bertindak seolah-olah mereka adalah orang yang paling benar dihadapan TUHAN. Mereka kadang menganggap remeh orang-orang yang baru melayani, atau bahkan mengucilkannya dan menganggap bahwa mereka tidak layak untuk melayani TUHAN. Dalam kehidupan pelayanan terkadang mereka marah bila mereka disandingkan dengan pelayan yang baru atau yang menurut mereka kurang berpengalaman. Tanpa mereka sadari bahwa ini merupakan perangkap ibis untuk menghancurkan mereka.
Motivasi apakah yang kita pakai dalam pekerjaan pelayanan kita? Melayani karena mengasihi TUHAN dengan segenap hati, atau melayani untuk mencari popularitas diri?
Hati-hati dengan motivasi pelayanan kita! Karena Firman TUHAN katakan “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Mat.7:21-23).
Melayanilah karena cinta yang tulus kepada TUHAN, bukan karena kita ingin terlihat hebat dihadapan manusia, sebab bila kita hanya ingin terlihat hebat dihadapan manusia, maka kita pasti jatuh, namun apabila kita melayani atas dasar cinta yang tulus kepada TUHAN, maka upah yang terbaik yang akan TUHAN berikan buat kita!
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”.
1 Tim. 4:12


Rabu, 10 Februari 2016


Dalam kekurangan tidak membuat mereka jenuh untuk berdoa, justru disaat dan keadaan dimana mereka harus didoakan, malah mereka yang mendoakan.
How about us?

PENYERTAAN-NYA MEMBERI OTORITAS


Ada lagu regee yang mengatakan bahwa "Hidup ini memang sudah susah dan jangan dibikin susah lagi..!!!"

Ya.. memang hidup susah, tapi kita smua berjalan bersama Tuhan, masih ada kah yang dapat dikatakan susah?

KITA MAU BELAJAR DARI KISAH YUSUF :
1. TUHAN Memproses Karakter.
Yusuf dibawa ke Mesir ( Mesir=gambaran Dunia) yang keras untuk dilihat Tuhan apakah perangainya (Yusuf) berubah atau menjadi pribadi yang mengenal Tuhan. melalui proses yang tidak menyenangkan akan menghasilkan kedewasaan Rohani.

2. TUHAN Memproses Moral
Memalui sebuah kedudukan dan keberhasilan, Tuhan ingin melihat seberapa kuat seseorang dapat mempertahankan moralnya dengan baik.
Yusuf, ketika mendapat ujian berupa godaan keduidukan, harta, dan Wanita (Tante Potifar.. hehe..). namun karena Yusuf memiliki karakter yang baik, ia bisa lulus dari godaan TANTE POT. walaupun ia harus masuk penjara..

3.TUHAN Memproses Mental.
Kalau seseorang tidak memiliki mental yang baik dan kuat maka ia pasti memberontak. Yusuf walau sudah menunjukan kesetiaan untuk tidak berbuat dosa, ia masih difitnah dan berujung masuk penjara. tapi inilah jalan untuk mendapatkan penyertaan dan otoritas yang lebih besar dari Tuhan. sama seperti setiap orang Kristen. Tuhan Yesus berkata "siapa yang mengikut Aku, dia harus siap untuk memikul salib!" apa artinya?
maksudnya ialah Kristus adalah kebenaran.. siapa yang mau mengikuti kebenaran pasti akan mendapat tantangan dan masalah, namun apabila ia kuat maka sesuatu yang besar yang telah Tuhan sediakan untuk dia pasti akan diperolehnya...!!!
sama seperti Yusuf.. untuk kebenaran ia harus masuk kedalam penjara, namun karena ketekunannya kepada Tuhan, apa yang dia peroleh??
ia mendapat kedudukan yang lebih bsar dari sebelumnya, yaitu menjadi ornag kedua di Mesir... demikian lah kita sebagai anak Tuhan, harus kuat dalam menghadapi tantangan apapun, maka Tuhan akan slalu memberkati kita....
Amin.

Tuhan Yesus Memberkati...

Selasa, 09 Februari 2016

Kuasa Hukum Taurat

Surat Roma 7:7-8.

Berbicara mengenai hukum, saya rasa kita semua sudah memiliki bayangan tentang apa itu hukum. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata hukum ini berbicara mengenai :
1)      peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah;
2)      undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat;
3)      patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu;
4)      keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis;
Dari keempat pengertian hukum ini, saya simpulkan bahwa hukum itu ialah sarana yang dipakai oleh pemerintah untuk mengadili atau menghakimi seorang yang dinyatakan bersalah, sesuai dengan kebenarannya. Dari pengertian ini, menyatakan bahwa begitu luar biasanya hukum, tetapi sayang saudaraku, pada kenyataan sekarang ini, banyak orang yang tidak menuruti hukum, mengapa? Ini semua terjadi, karena hukum didunia saat ini sudah berjalan dengan tidak semestinya lagi. Banyak orang terutama pejabat-pejabat pemerintah yang jatuh dalam dosa korupsi, dan berbagai macam dosa yang lain, mengapa masih banyak diantara mereka yang tidak mendapat hukuman? Bahkan pada peristiwa yang lalu, yang juga tidak asing lagi ditelinga kita, bahwa ada orang yang ketika dipenjarakan, ia malah dapat dengan bebasnya untuk keluar masuk penjara, bahkan ia bisa pergi jalan-jalan dibeberapa daerah yang ia ingin pergi. Kemudian beranjak dari situ, terciptalah sebuah lagu mengenai dirinya, sebuah lagu yang cukup populer pasa saat itu, lagu itu berjudul “Andai Ku Gayus Tambunan”. Dalam lagu ini ada kalimat yang menyatakan bahwa “Hukuman bisa dibeli”. Sekarang saya mau bertanya kepada saudara sekalian, menurut saudara apakah hukuman itu dapat dibeli? Jawabannya Tidak!, namun orang-orang yang memegang hukumlah yang membuatnya dapat dibeli. Dengan kata lain, hukum itu baik, namun akan menjadi tidak baik jika hukum itu dikuasai oleh orang-orang yang tidak baik.
Ada sebuah Ilustrasi yang menceritakan mengenai hukum yang tidak benar. Disebuah kota yang berada di bagian Timur Indonesia, terjadi penghakiman disebuah kantor pengadilan negeri terhadap seorang yang kedapatan mencuri sapi 200 (dua ratus) ekor sekaligus. Ketika diadili, sang hakimpun memberikan pertanyaan kepada sipencuri, yang kebetulan membawa pengacaranya disitu, demikian : “hukuman apa yang anda mau? Menggantikan sapi yang telah kamu curi beserta bunganya dengan “Dua ratus lima puluh ekor sapi” atau dengan menjalani hukuman kurungan penjara selama dua puluh tahun?. Tanpa disadari, ternyata sang pengacara dari pencuri itu sedangn merekam pembicaraan sang hakim dalam sebuah kaset recorder, lalu ia menyarankan kepada Kliennya (sipencuri) untuk menyanggupi tawaran yang kedua.
Setelah hari yang ditentukan yaitu pada pengadilan yang kedua, dimana saat yang menegangkan bagi setiap hadirin yang hadir diruang sidang tersebut untuk menanti si Pencuri dengan denda yang disanggupinya itu. Ketika pencuri itu dan pengacaranya masuk, betapa terkejutnya semua orang yang ada disitu ketika melihat bahwa yang dibawa oleh sipencuri ialah potongan ekor sapi berjumlah 250. Kemudian sang hakim pun bertanya “ lelucon apa yang hendak kalian perbuat? Kemudian sang pengacara pun memutar kembali hasil rekaman pada sidang sebelumnya. Sang hakimpun merasa terpojok, namun karena keputusan yang sudah diambil dan yang telah disepakati bersama, maka dengan berat hati sipencuripun dibebaskan dari hukumannya.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan, dari Ilustrasi tadi seorang yang memegang hukum (Hakim) adalah orang yang sangat berperan penting dalam sebuah penghakiman. Dari ilustrasi ini,  kita dapat melihat bahwa dalam perkataanpun seorang hakim harus sangat berhati-hati. Apakah hukum itu seperti Ilustrasi tadi? Tentunya tidak!
Sekarang kita kembali pada judul kita tadi, yaitu “Kuasa Hukum Taurat”. Apa saja yang menjadi akibat dari kuasa hukum taurat ini?
Didalam ayat yang telah kita baca bersama tadi, saya menemukan ada 2 akibat yang disebabkan oleh Hukum Taurat.
GARIS BESAR :
        I.            HUKUM TAURAT MEMPERKENALKAN DOSA (ay. 7a)
Berbeda dengan hukum yang berlaku didunia ini, hukum taurat memiliki kuasa yang sangat dasyat, mengapa? Karena pada dasarnya hukum taurat adalah hukum yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada bangsa Israel, melalui Musa hamba-Nya.
Hukum inilah yang dipakai oleh orang Yahudi sebagai standar hidup mereka sampai sekarang. Bahkan hukum ini juga sudah menjadi bagian didalam hukum negara mereka, bahwa setiap orang yang melakukan kesalahan akan dihukum berdasarkan hukum taurat. Kita tau bersama, bahwa pada jaman Tuhan Yesus, ada seorang perempuan yang kedapatan berzinah, lalu orang-orang melempari dia dengan batu, kemudian membawanya kehadapan Tuhan Yesus dengan tujuan untuk mencobai Dia, namun dari peristiwa itu, Yesus mengajarkan hukum kasih kepada mereka, dimana dengan Tuhan Yesus meberikan sebuah penyataan kepada mereka bahwa barang siapa yang tidak melakukan dosa, baiklah ia yang terlebih dahulu melempari perempuan itu dengan batu. Namun apa yang terjadi saudaraku? Tidak ada seorangpun diantara mereka yang melempari perempuan itu dengan batu. Ini membuktikan bahwa mereka yaitu orang-orang farisi dan ahli taurat ini juga banyak melakukan hal-hal yang menentang hukum taurat. Nah kalau sudah begitu saudaraku, apa lagi guna hukum taurat? Tidak ada lagi!
Menurut orang Yahudi, dengan melakukan hukum taurat, maka orang akan diselamatkan! Apakah demikian? Kalau kita menyetujui hal ini, berarti kita telah meragukan Firman Tuhan yang ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Galatia bahwa orang dapat diselamatkan bukan dengan melaukan hukum taurat, tetapi Oleh karena iman kepada Yesus Kristus!
Karena itu saudaraku, kita sebagai anak Tuhan harus yakin dan percaya bahwa keselamatan kita bukan karena kita melakukan hukum taurat atau melakukan yang lainnya, tetapi, keselamatan kita hanya diperoleh dengan pengenalan yang benar akan Dia dan memiliki iman percaya terhadap Dia yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang sudah rela Mati untuk menebus dosa-dosa kita, yang telah bangkit dan naik ke Surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita orang-orang percaya. Katakan Amin. Jadi saudaraku, kita harus tahu bahwa kita ini hidup bukan lagi dibawah hukum taurat, tetapi kita hidup dibawah anugrah Allah, karena Rasul Paulus katakan kepada jemaat di Galatia (Galatia 3: 10)  bahwa orang yang hidupnya dibawah hukum Taurat sama dengan ia hidup dibawah kutuk, sebab ada tertulis, bahwa terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala hukum Taurat! Ini berarti ketika orang itu melanggar hukum taurat, maka ia adalah orang yang terkutuk. Saya yakin bahwa kita yang ada pada pagi hari ini adalah orang-orang yang telah bebas dari kutuk Hukum taurat, Amin?. Katakan kepada orang disekeliling anda ”sekarang saya sudah dimerdekakan oleh Kristus!”.
      II.            HUKUM TAURAT MENGHIDUPKAN DOSA (ay. 8b)
Yang kedua adalah ”Hukum Taurat Menghidupkan Dosa”. Kita mau membaca ayat yang ke 8b bersama-sama. Dalam ayat ini, Rasul Paulus menulis bahwa  “Sebab Tanpa Hukum Taurat, dosa mati”. Ini berarti dengan adanya hukum taurat dosa itu hidup saudaraku, sehingga tidak salah kalau Rasul Paulus mengatakan pada ayat ke 7b bahwa “karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum taurat tidak mengatakan : “Jangan Mengingini!”. Berarti dengan adanya hukum Taurat Paulus mengetahui apa itu keinginan.
Sekarang saudaraku, kalau kita sudah tahu bahwa hukum taurat itu menghidupkan dosa, maka apa yang harus kita lakukan? Kembali lagi saya tegaskan kepada kita semua, yaitu dengan kita percaya sepenuhnya kepada Yesus! Bukan setengah-setengah saudaraku.
Betapa luar biasanya Tuhan kita ini saudaraku. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kita saat ini, kalau Tuhan itu tidak datang untuk menebus dosa-dosa kita. Kalau sampi Tuhan tidak datang, maka kita semua adalah orang-orang yang hidupnya selalu diintimidasi oleh kuasa Kutuk Hukum taurat. Tetapi oleh karena kemurahannya Ia datang kedunia, mengosongkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba. Mengosongkan diri ini sama dengan halnya kalau seorang Manusia meninggalkan kemanusiaannya lalu berubah menjadi seperti seekor binatang! Tetapi Ia rela saudaraku. Untuk siapa Dia melakukan ini semua? Semua ini dilakukan hanya untuk manusia, bukan untuk ciptaan-Nya yang lain!. Dengan kedatanganNya, dan dengan kerelaan hatiNya untuk mati diatas kayu salib, dengan tujuan hanya agar kita dibebaskan dari Kutuk Hukum Taurat! Sebab ada tertulis dalam Galatia 3:13 ” Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!". Didalam ayat ini menyatakan bahwa Yesus sudah menanggung semua kutuk kita, oleh karena itu tidak ada kutuk yang berkuasa lagi atas hidup kita.
Saudaraku, kalau hukum taurat sudah tidak berkuasa lagi atas kita, maka dosa juga tidak berkuasa lagi atas hidup kita amin?. Dengan kematian Tuhan Yesus Kristus, Ia sudah menghapus segala yang mengikat kita, yaitu, kutuk hukum taurat ataupun dosa-dosa kita, sebab ada tertulis dalam surat Paulus kepada jemaat Roma, yang terdapat dalam Roma 8:2 “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Jadi dengan Pengorbanan Kristus diatas kayu salib, ada Roh yang diberikan kepada kita semua, yaitu Roh Kudus yang telah memerdekakan kita dari kuasa hukum dosa dan hukum maut.



KESIMPULAN
Jadi saudaraku, kita sebagai orang percaya, kita perlu tahu, bahwa kita adalah orang-orang yang telah dimerdekakan oleh Kristus Yesus dari kuasa hukum Taurat, dengan Ia mengorbankan diriNya diatas kayu salib.
Kuasa hukum taurat yang memperkenalkan dosa kepada manusia, dan yang telah menghidupkan dosa didalamnya, sekarang sudah tidak ada lagi. Itu semua karena kasih Kristus kepada kita semua.

Karena itu saya minta untuk kita katakan sekali lagi “sekarang saya sudah dimerdekakan oleh Kristus!”. Amin.