Rabu, 17 Februari 2016

MENJADI PEKERJA YANG TULUS

 Ev. Benyamin Ludji Riwu
MENJADI PEKERJA YANG TULUS
MATIUS 20:1-16
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Perumpamaan ini berbicara soal kerajaan Surga dan pemiliknya yakni TUHAN sendiri.
Firman TUHAN katakan bahwa “pada pagi-pagi benar... kira-kira pukul 9... kira-kira pukul 12 dan pukul 3 petang... kira-kira pukul 5 petang Tuan ini mencari orang-orang yang siap dipakai untuk mengelola kebun-Nya.
Demikian dengan TUHAN Yesus. Sampai saat ini Ia masih terus mencari orang2 yang.mau untuk bekerja pada ladang-Nya yang sudah menguning.
Pertanyaan yang pas untuk masalah ini adalah, “mengapa TUHAN mencari pekerja?” alasannya sangat sederhana! Yakni karena ada banyak orang yang sudah menjadi Kristen namun malas atau keberatan untuk melayani TUHAN, bahkan ada orang yang berstatus sebagai anak TUHAN namun tidak pernah menunjukan sikap atau karakter sebagai anak TUHAN. Karena itulah TUHAN Yesus katakan dalam Yohanes 4:35 bahwa “... ladang-ladang sudah menguning dan matang untuk dituai” namun Matius 9:37 “...Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”.
Kembali pada kasus ini! TUHAN mengatakan bahwa setiap saat Ia mencari orang-orang untuk melayani. Dan setelah diberikan pelayanan, masalahpun terjadi! Dalam ayat diatas Firman TUHAN katakan, pada saat pembagian upah, semua perkerja mendapatkan hasil yang sama yakni 1 dinar sesuai dengan kesepakatan. Namun terjadi pemberontakan didalamnya. Yakni oleh pekerja yang sudah lebih dulu masuk.
Hubungannya dengan pekerjaan pelayanan adalah banyak orang yang sudah lebih dulu melayani Tuhan malah bertindak seolah-olah mereka adalah orang yang paling benar dihadapan TUHAN. Mereka kadang menganggap remeh orang-orang yang baru melayani, atau bahkan mengucilkannya dan menganggap bahwa mereka tidak layak untuk melayani TUHAN. Dalam kehidupan pelayanan terkadang mereka marah bila mereka disandingkan dengan pelayan yang baru atau yang menurut mereka kurang berpengalaman. Tanpa mereka sadari bahwa ini merupakan perangkap ibis untuk menghancurkan mereka.
Motivasi apakah yang kita pakai dalam pekerjaan pelayanan kita? Melayani karena mengasihi TUHAN dengan segenap hati, atau melayani untuk mencari popularitas diri?
Hati-hati dengan motivasi pelayanan kita! Karena Firman TUHAN katakan “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Mat.7:21-23).
Melayanilah karena cinta yang tulus kepada TUHAN, bukan karena kita ingin terlihat hebat dihadapan manusia, sebab bila kita hanya ingin terlihat hebat dihadapan manusia, maka kita pasti jatuh, namun apabila kita melayani atas dasar cinta yang tulus kepada TUHAN, maka upah yang terbaik yang akan TUHAN berikan buat kita!
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”.
1 Tim. 4:12


Tidak ada komentar:

Posting Komentar