Ev. Benyamin Ludji Riwu
MENJADI
PEKERJA YANG TULUS
MATIUS
20:1-16
"Adapun hal
Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar
mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu
mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula
dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada
mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan
kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang
ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia
keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka:
Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya:
Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu
ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya:
Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka
yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka
yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu
dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat
lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika
mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka
yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka
dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik
matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak
berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk
terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku
menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu
akan menjadi yang terakhir."
Perumpamaan ini berbicara soal kerajaan Surga dan pemiliknya yakni TUHAN sendiri.
Firman TUHAN katakan bahwa “pada
pagi-pagi benar... kira-kira pukul 9... kira-kira pukul 12 dan pukul 3
petang... kira-kira pukul 5 petang Tuan ini mencari orang-orang yang siap dipakai untuk mengelola kebun-Nya.
Demikian dengan TUHAN Yesus. Sampai saat ini Ia masih terus mencari orang2 yang.mau untuk bekerja pada ladang-Nya yang sudah menguning.
Demikian dengan TUHAN Yesus. Sampai saat ini Ia masih terus mencari orang2 yang.mau untuk bekerja pada ladang-Nya yang sudah menguning.
Pertanyaan yang pas untuk
masalah ini adalah, “mengapa TUHAN mencari pekerja?” alasannya sangat
sederhana! Yakni karena ada banyak orang yang sudah menjadi Kristen namun malas
atau keberatan untuk melayani TUHAN, bahkan ada orang yang berstatus sebagai
anak TUHAN namun tidak pernah menunjukan sikap atau karakter sebagai anak
TUHAN. Karena itulah TUHAN Yesus katakan dalam Yohanes 4:35 bahwa “...
ladang-ladang sudah menguning dan matang untuk dituai” namun Matius
9:37 “...Tuaian
memang banyak, tetapi pekerja sedikit”.
Kembali pada kasus ini!
TUHAN mengatakan bahwa setiap saat Ia mencari orang-orang untuk melayani. Dan setelah
diberikan pelayanan, masalahpun terjadi! Dalam ayat diatas Firman TUHAN
katakan, pada saat pembagian upah, semua perkerja mendapatkan hasil yang sama
yakni 1 dinar sesuai dengan kesepakatan. Namun terjadi pemberontakan
didalamnya. Yakni oleh pekerja yang sudah lebih dulu masuk.
Hubungannya dengan pekerjaan
pelayanan adalah banyak orang yang sudah lebih dulu melayani Tuhan malah
bertindak seolah-olah mereka adalah orang yang paling benar dihadapan TUHAN. Mereka
kadang menganggap remeh orang-orang yang baru melayani, atau bahkan
mengucilkannya dan menganggap bahwa mereka tidak layak untuk melayani TUHAN. Dalam
kehidupan pelayanan terkadang mereka marah bila mereka disandingkan dengan
pelayan yang baru atau yang menurut mereka kurang berpengalaman. Tanpa mereka
sadari bahwa ini merupakan perangkap ibis untuk menghancurkan mereka.
Motivasi apakah yang kita
pakai dalam pekerjaan pelayanan kita? Melayani karena mengasihi TUHAN dengan
segenap hati, atau melayani untuk mencari popularitas diri?
Hati-hati dengan motivasi
pelayanan kita! Karena Firman TUHAN katakan “Bukan setiap orang yang berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang
melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.Pada hari terakhir banyak orang akan
berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan
mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak
pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat
kejahatan!" (Mat.7:21-23).
Melayanilah karena cinta
yang tulus kepada TUHAN, bukan karena kita ingin terlihat hebat dihadapan
manusia, sebab bila kita hanya ingin terlihat hebat dihadapan manusia, maka
kita pasti jatuh, namun apabila kita melayani atas dasar cinta yang tulus
kepada TUHAN, maka upah yang terbaik yang akan TUHAN berikan buat kita!
“Jangan seorang pun
menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang
percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam
kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”.
1
Tim. 4:12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar