Selasa, 08 Maret 2016

MENDERITA BERSAMA KRISTUS

Pembicara : Bpk. Jeuli Selly
Editor : Ev. Benyamin Ludji Riwu, S.Th

MENDERITA BERSAMA KRISTUS
LUKAS 23:8-12
“Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun. Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan”.


Saat ini kita sedang berada pada minggu sengsara yang kelima. Saat dimana orang-orang percaya merenungkan kebaikan TUHAN, dimana Bapa di Surga memberikan anak-Nya yang tunggal, yakni TUHAN Yesus Kristus sebagai korban penebusan bagi kita (Yoh. 3:16).
Sama halnya dengan dosa masuk mulai dari 1 orang yakni Adam, demikian juga Kristus datang sebagai 1 orang yang membawa keselamatan bagi kita orang percaya. Ketika kita percaya dengan sungguh-sungguh kepada Dia (Kristus), maka keselamatan dari TUHAN akan ada di pihak kita. Disamping keselamatan ada banyak bonus yang TUHAN berikan buat setiap kita yang benar-benar percaya.
Contoh : Kesaksian Hamba TUHAN.
“Beberapa waktu yang lalu, beberapa pemuda mabuk melempari rumah saya dengan batu. Secara manusia, saya pasti marah. Namun saat itu TUHAN ingin melihat kesabaran saya, bahkan salah satu pemuda sebagai perantara datang kepada saya dan berkata bahwa salah seorang temannya tidak mau datang dan beribadah lagi ditempat saya. Saat ini saya katakan : tidak apa-apa karena TUHAN akan menggantikan yang satu itu dengan sepuluh orang baru. Dan puji TUHAN, hal tersebut terjadi pada ibadah minggu berikut”.
Dari kesaksian ini, ada pelajaran penting buat kita, yakni disaat kta bersandar dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN, maka Ia akan menunjukan kuasa-Nya bagi kita.
Dalam bacaan Firman TUHAN ini, kita membaca, bahwa Herodes sangat senang ketika orang-orang membawa Yesus kepadanya. Apa penyebabnya? Penyebabnya ialah karena selama ini ia hanya mendengar tentang Yesus yang melakukan banyak mukjizat. Tetapi karena tidak ada kebenaran didalamnya, ia pun mengolok-olok TUHAN Yesus didepan banyak orang.
Pelajaran dari kisah ini: Saat Yesus diolok-olok oleh mereka, Ia tidak pernah menaruh dendam kepada mereka. Bagaiaman dengan kita orang percaya? Terkadang kita juga mengalami hal yang sama! Mungkin saat kita sedang beribadah, lalu kemudian orang-orang diluar mencemooh kita. Saat seperti itu, apakah kita akan membenci mereka? Bila kita membenci mereka, maka kita sama halnya dengan mereka! Yang TUHAN mau, kita melakukan hal yang sama dengan apa yang TUHAN lakukan.
Perhatikan Firman TUHAN! Ayat 1 “Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang...”. Herodes begitu ingin melihat bagaiamana Yesus membuat mukjizat. Namun ketika Yesus tidak menjawab pertanyaannya, iapun mulai kesal. Ditambah lagi karena tuduhan dari orang-orang farisi dan alhi taurat membuat dia bersama pasukannya menista Yesus.
Dalam kekristenan ada banyak orang “Kristen” yang sifatnya seperti Herodes! Mereka sangat senang kepada TUHAN Yesus hanya karena ingin melihat mukjizat dan pertolongan-pertolongan TUHAN yang ajaib. Namun ketika mukjizat itu belum terjadi dalam hidup mereka, mereka meninggalkan iman mereka, atau bahkan menjadi penista-penista Kristus.

Sebab itu, sebagai anak TUHAN, hendaklah kita menderita bersama dengan Kristus dengan tetap beriman kepada-Nya tanpa ragu-ragu. Jangan mengikut TUHAN karena keinginan daging kita, tetapi ikutlah TUHAN karena Ia telah menderita bahkan mati untuk kita semua. Ikut menderita bersama TUHAN artinya adalah tetap mengampuni sama seperti Yesus mengampuni orang-orang yang menista, meludahi, menyiksa Dia dengan berkata kepada Bapa saat berada dikayu salib “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!”. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar