Pembicara : Bpk. Jeuli Selly
Editor : Ev. Benyamin Ludji Riwu, S.Th
MENDERITA
BERSAMA KRISTUS
LUKAS 23:8-12
“Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat
girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar
tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu
tanda. Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi
jawaban apa pun. Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke
depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. Maka mulailah
Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah
kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. Dan pada hari
itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan”.
Saat ini kita sedang berada pada minggu sengsara
yang kelima. Saat dimana orang-orang percaya merenungkan kebaikan TUHAN, dimana
Bapa di Surga memberikan anak-Nya yang tunggal, yakni TUHAN Yesus Kristus
sebagai korban penebusan bagi kita (Yoh. 3:16).
Sama halnya dengan dosa masuk mulai dari 1 orang
yakni Adam, demikian juga Kristus datang sebagai 1 orang yang membawa
keselamatan bagi kita orang percaya. Ketika kita percaya dengan sungguh-sungguh
kepada Dia (Kristus), maka keselamatan dari TUHAN akan ada di pihak kita.
Disamping keselamatan ada banyak bonus yang TUHAN berikan buat setiap kita yang
benar-benar percaya.
Contoh : Kesaksian
Hamba TUHAN.
“Beberapa waktu
yang lalu, beberapa pemuda mabuk melempari rumah saya dengan batu. Secara
manusia, saya pasti marah. Namun saat itu TUHAN ingin melihat kesabaran saya,
bahkan salah satu pemuda sebagai perantara datang kepada saya dan berkata bahwa
salah seorang temannya tidak mau datang dan beribadah lagi ditempat saya. Saat
ini saya katakan : tidak apa-apa karena TUHAN akan menggantikan yang satu itu
dengan sepuluh orang baru. Dan puji TUHAN, hal tersebut terjadi pada ibadah
minggu berikut”.
Dari kesaksian ini, ada pelajaran penting buat kita,
yakni disaat kta bersandar dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN, maka Ia akan
menunjukan kuasa-Nya bagi kita.
Dalam bacaan Firman TUHAN ini, kita membaca, bahwa
Herodes sangat senang ketika orang-orang membawa Yesus kepadanya. Apa
penyebabnya? Penyebabnya ialah karena selama ini ia hanya mendengar tentang
Yesus yang melakukan banyak mukjizat. Tetapi karena tidak ada kebenaran didalamnya, ia pun mengolok-olok TUHAN Yesus
didepan banyak orang.
Pelajaran dari
kisah ini: Saat Yesus diolok-olok
oleh mereka, Ia tidak pernah menaruh dendam kepada mereka. Bagaiaman dengan
kita orang percaya? Terkadang kita juga mengalami hal yang sama! Mungkin saat
kita sedang beribadah, lalu kemudian orang-orang diluar mencemooh kita. Saat
seperti itu, apakah kita akan membenci mereka? Bila kita membenci mereka, maka kita sama halnya dengan mereka!
Yang TUHAN mau, kita melakukan hal yang sama dengan apa yang TUHAN lakukan.
Perhatikan Firman TUHAN! Ayat 1 “Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang...”. Herodes
begitu ingin melihat bagaiamana Yesus membuat mukjizat. Namun ketika Yesus
tidak menjawab pertanyaannya, iapun mulai kesal. Ditambah lagi karena tuduhan
dari orang-orang farisi dan alhi taurat membuat dia bersama pasukannya menista
Yesus.
Dalam kekristenan ada banyak orang “Kristen” yang
sifatnya seperti Herodes! Mereka sangat senang kepada TUHAN Yesus hanya karena
ingin melihat mukjizat dan pertolongan-pertolongan TUHAN yang ajaib. Namun
ketika mukjizat itu belum terjadi dalam hidup mereka, mereka meninggalkan iman
mereka, atau bahkan menjadi penista-penista Kristus.
Sebab itu, sebagai anak TUHAN, hendaklah kita
menderita bersama dengan Kristus dengan tetap beriman kepada-Nya tanpa
ragu-ragu. Jangan mengikut TUHAN karena keinginan daging kita, tetapi ikutlah
TUHAN karena Ia telah menderita bahkan mati untuk kita semua. Ikut menderita
bersama TUHAN artinya adalah tetap mengampuni sama seperti Yesus mengampuni
orang-orang yang menista, meludahi, menyiksa Dia dengan berkata kepada Bapa
saat berada dikayu salib “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak
tahu apa yang mereka perbuat!”. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar