Selasa, 29 Maret 2016

PETRUS MENYANGKAL YESUS

PETRUS MENYANGKAL YESUS
Markus 14:26-31

“Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.  Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea." Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang lain pun berkata demikian juga”.

Yesus memberikan gambaran kepada murid-muridNya bahwa suatu saat bahwa Ia akan memukul gembala-gembala. Dan hal itu akan membuat iman mereka tergoncang.
Tetapi yang Ia maksud sebagai gembala adalah Ia sendiri, makanya Petrus dengan percaya diri mengatakan bahwa ia tidak akan menyangkal Yesus, sebab ia tidak percaya bahwa Yesus sebagai gembala akan mengalami nasib seperti itu. Apalagi ia mengenal siapa Yesus. Ia tahu bahwa Yesus adalah seorang yang sanggup melakukan banyak mukjizat, sehingga tidak terlintas dalam benaknya bahwa ia akan menyangkal Yesus.
Terkadang sadar atau tidak sadar kita juga sering menyangkal Yesus dalam kehidupan kita. Terkadang kita sering berkata “saya mau iring Yesus selamanya, sekaipun harus mati untuk Yesus” namun pada kenyataannya kita sering menyakiti hatiNya.
Mengikut Kristus, sama halnya dengan ketika seorang mengambil seorang Istri atau suami. Ia harus lebih dulu mengenal pasangannya dengan baik baru mengambil langkah untuk menikah. Artinya ketika kita berkata “Aku mau mengikut Yesus selamanya” maka sebaiknya kita harus mengenal Yesus dengan baik.
Ketika Petrus menyatakan bahwa ia tidak akan menyangkal Yesus, ia sebenarnya beranggapan bahwa Yesus sanggup menolong dia kapanpun. Namun ketika ujian sesungguhnya datang kepadanya, yakni saat ia melihat orang yang begitu luar biasa dihadapannya harus menderita. Imannya menjadi goyah terhadap Yesus, sehingga akhirnya iapun menyangkal Yesus.
Peristiwa lain yang terjadi setelah penyangkalan Petrus, ia berbalik kepada TUHAN dan memohon pengampunan. Dan TUHAN mengampuni dia. Ini menunjukan bahwa sebesar apapun kesalahan kita TUHAN maha pengampun. Sebab rancangan TUHAN adalah rancangan yang penuh damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Namun kadang kitalah yang membuat rancangan kecelakaan terhadap diri kita sendiri.

Sekarang apa yang menjadi pilihan kita? Mau kembali seperti yang Petrus lakukan atau tetap tinggal dalam keadaan kita sekarang. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar