Minggu, 21 Februari 2016

DOA BAPA KAMI Part. 1

DR. Erastus Sabdono
DOA BAPA KAMI
(DATANGLAH KERAJAAN-MU)
Matius 6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Hidup Keagamaan Harus Lebih Benar
Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Prinsip dari kerajaan Allah adalah kebenaran. Apakah kebenaran itu? Kata yang digunakan untuk kebenaran disini adalah (dikaiosune – Yun) yang juga digunakan dalam sabda TUHAN Yesus dalam Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Untuk bisa masuk dalam kerajaan itu, TUHAN Yesus mengingatkan agar hidup keagamaan para pengikut-Nya harus lebih benar daripada hidup keagamaan para ahi taurat dan orang farisi.
Kata hidup keagamaan disini sesungguhnya menggunakan kata (dikaiosune – Yun), yang berarti kebenaran. Dikaiosune di sini berarti kebenaran yang bertalian dengan sikap hati dan karakter, berbeda dengan kata Yunani lain yang dalam bahasa Indonesia juga diterjemahkan “kebenaran”, yaitu alethia yang berarti pernyataan yang benar.
Tentu sikap hati akan tampak dari tindakan luar. Yesus berkata hidup keagamaan kita harus lebih daripada mereka. Hidup keagamaan berarti kelakuan yang baik. Ini yang kelihatan, tetapi pasti juga meliputi yang tidak kelihatan sebab itulah asal kelakuan yang baik itu. Sebab, tanpa sikap hati yang benar, bagaimana kita dapat hidup lebih baik daripada para ahli taurat dan orang farisi yang sangat teliti dengan hukum dan peraturan? Jika kita cerdas dalam mengerti kebenaran dan peka terhadap apa yang dikehendaki oleh Allah Bapa, kita akan melampaui mereka semua, sebab mereka hanya melakukan hukum taurat saja.
Jadi sekali lagi, kita lebih benar dari mereka bukan karena hukum. Hati tidak diwarnai oleh hukum yang berbunyi: “tidak boleh begini... tidak boleh begitu”. Tetapi hati harus diwarnai oleh prinsip-prinsip kebenaran, sehingga dapat membaca hati TUHAN.

Kebenaran tidak dibangun dari hukum dan peraturan, tetapi dari kepekaan mengerti kehendak Allah. Kepekaan timbul dengan MEMBERI DIRI DIKENDALIKAN OLEH ROH KUDUS. Kepekaan timbul dengan memberi diri diperintah oleh TUHAN. “Datanglah KerajaanMu”, pemerintah kerajaan Allah terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar