DR.
Erastus Sabdono
DOA
BAPA KAMI
(DATANGLAH
KERAJAAN-MU)
Matius 6:10 “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”.
Hidup Keagamaan Harus Lebih Benar
Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman,
tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus”.
Prinsip dari
kerajaan Allah adalah kebenaran. Apakah kebenaran itu? Kata yang digunakan
untuk kebenaran disini adalah (dikaiosune – Yun) yang juga
digunakan dalam sabda TUHAN Yesus dalam Matius 5:20 “Maka Aku berkata kepadamu: Jika
hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat
dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga”. Untuk bisa masuk dalam kerajaan itu, TUHAN Yesus
mengingatkan agar hidup keagamaan para pengikut-Nya harus lebih benar daripada
hidup keagamaan para ahi taurat dan orang farisi.
Kata hidup keagamaan disini sesungguhnya
menggunakan kata (dikaiosune – Yun),
yang berarti kebenaran. Dikaiosune di sini berarti kebenaran yang bertalian
dengan sikap hati dan karakter, berbeda dengan kata Yunani lain yang dalam
bahasa Indonesia juga diterjemahkan “kebenaran”, yaitu alethia yang berarti pernyataan
yang benar.
Tentu sikap hati
akan tampak dari tindakan luar. Yesus berkata hidup keagamaan kita harus lebih
daripada mereka. Hidup keagamaan berarti kelakuan
yang baik. Ini yang kelihatan, tetapi pasti juga meliputi yang tidak
kelihatan sebab itulah asal kelakuan yang baik itu. Sebab, tanpa sikap hati
yang benar, bagaimana kita dapat hidup lebih baik daripada para ahli taurat dan
orang farisi yang sangat teliti dengan hukum dan peraturan? Jika kita cerdas
dalam mengerti kebenaran dan peka terhadap apa yang dikehendaki oleh Allah
Bapa, kita akan melampaui mereka semua, sebab mereka hanya melakukan hukum
taurat saja.
Jadi sekali
lagi, kita lebih benar dari mereka bukan karena hukum. Hati tidak diwarnai oleh
hukum yang berbunyi: “tidak boleh
begini... tidak boleh begitu”. Tetapi hati harus diwarnai oleh
prinsip-prinsip kebenaran, sehingga dapat membaca hati TUHAN.
Kebenaran tidak
dibangun dari hukum dan peraturan, tetapi dari kepekaan mengerti kehendak
Allah. Kepekaan timbul dengan MEMBERI
DIRI DIKENDALIKAN OLEH ROH KUDUS. Kepekaan timbul dengan memberi diri
diperintah oleh TUHAN. “Datanglah
KerajaanMu”, pemerintah kerajaan Allah terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar