“MENJADI
ORANG-ORANG YANG BERBAHAGIA”
LUK.
11:27-29
Ketika
Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak
dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau
dan susu yang telah menyusui Engkau."
Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan
firman Allah dan yang memeliharanya."
Kita semua adalah orang-orang yang
dipilih oleh Tuhan bahkan sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4). Karena itu
sebagai orang-orang pil ihan kita harus bersyukur karena kenyataan bahwa kita
adalah orang-orang yang istimewa dihadapan Tuhan.
Dalam injil Lukas, penulis mencatat kata
“berbahagialah” sebanyak 16 kali. Dalam prinsip menafsir kalimat yang
diulang-ulang merupakan suatu hal yang penting. Dengan kata lain, penulis injil Lukas ingin menyatakan bahwa “kehidupan
yang berbahagia” merupakan hal yang penting. Sebab kehidupan yang penuh dengan
kebahagiaan, adalah kehidupan yang sempurna. Dalam kitab Amsal, penulis
mengatakan bahwa “Hati yang gembira adalah obat yang manjur” artinya orang yang
selalu hidup dalam kebahagiaan adalah orang-orang yang selalu dalam
perlindungan Tuhan.
Bila dihubungkan dengan bagian ini,
berdasarkan ayat Firman Tuhan diatas, Tuhan Yesus berkata bahwa yang berbahagia
bukan orang yang menjadi ibunya dalam maksud adalah Maria. Tetapi yang
berbahagia adalah orang yang medengarkan Firman Tuhan dan memeliharanya. Jadi
ukuran untuk menjadi orang yang berbahagia bukan harta benda yang kita miliki,
melainkan ketika kita mendengar dan memelihara Firman Tuhan. Karena itu semakin
kita mendengar dan memelihara Firman, maka semakin berbahagialah kita.
Memang dalam mengikut Tuhan, kita harus
menyangkal diri dan memikul salib. Artinya ada beban yang juga harus kita
tanggung, dan justru saat kita rajin mendengar Firman dan memeliharanya, kita
akan mendapatkan banyak janji yang Tuhan berikan didalamnya untuk menguatkan
kita saat menghadapi permasalahan kehidupan sehingga kita tidak perlu lagi
untuk takut dan putus asa.
Tetaplah
berbahagia dan jangan pernah khawatir untuk memikul kuk yang Tuhan pasang,
sebab Yesus berkata: “Sebab kuk yang
Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat. 11:30).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar