Selasa, 03 Mei 2016

MENJADI ORANG-ORANG YANG BERBAHAGIA


“MENJADI ORANG-ORANG YANG BERBAHAGIA”
LUK. 11:27-29

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."  Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Kita semua adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan bahkan sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4). Karena itu sebagai orang-orang pil ihan kita harus bersyukur karena kenyataan bahwa kita adalah orang-orang yang istimewa dihadapan Tuhan.
Dalam injil Lukas, penulis mencatat kata “berbahagialah” sebanyak 16 kali. Dalam prinsip menafsir kalimat yang diulang-ulang merupakan suatu hal yang penting. Dengan kata lain, penulis  injil Lukas ingin menyatakan bahwa “kehidupan yang berbahagia” merupakan hal yang penting. Sebab kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, adalah kehidupan yang sempurna. Dalam kitab Amsal, penulis mengatakan bahwa “Hati yang gembira adalah obat yang manjur” artinya orang yang selalu hidup dalam kebahagiaan adalah orang-orang yang selalu dalam perlindungan Tuhan.
Bila dihubungkan dengan bagian ini, berdasarkan ayat Firman Tuhan diatas, Tuhan Yesus berkata bahwa yang berbahagia bukan orang yang menjadi ibunya dalam maksud adalah Maria. Tetapi yang berbahagia adalah orang yang medengarkan Firman Tuhan dan memeliharanya. Jadi ukuran untuk menjadi orang yang berbahagia bukan harta benda yang kita miliki, melainkan ketika kita mendengar dan memelihara Firman Tuhan. Karena itu semakin kita mendengar dan memelihara Firman, maka semakin berbahagialah kita.
Memang dalam mengikut Tuhan, kita harus menyangkal diri dan memikul salib. Artinya ada beban yang juga harus kita tanggung, dan justru saat kita rajin mendengar Firman dan memeliharanya, kita akan mendapatkan banyak janji yang Tuhan berikan didalamnya untuk menguatkan kita saat menghadapi permasalahan kehidupan sehingga kita tidak perlu lagi untuk takut dan putus asa.

Tetaplah berbahagia dan jangan pernah khawatir untuk memikul kuk yang Tuhan pasang, sebab Yesus berkata: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat. 11:30).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar