Senin, 22 Februari 2016

DOA BAPA KAMI (DATANGLAH KERAJAAN-MU) Part II

DR. Erastus Sabdono
DOA BAPA KAMI
(DATANGLAH KERAJAAN-MU)
Matius 6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
DAMAI SEJAHTERA.
Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Prinsip berikut dari Kerajaan Allah adalah Damai Sejahtera. Damai sejahtera dalam bahasa asli disebut (eirene – Yun) TUHAN Yesus pernah bersabda kepada murid-muridNya di dalam Injil Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.". Damai sejahtera yang diberikan TUHAN adalah damai sejahtera yang melampaui segala akal (Bandingkan Filipi 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus). Yang tidak dilampaui segala akal tidak dapat dijelaskan, tetapi harus dialami.
Damai TUHAN itu luar biasa; makanya kita tidak boleh damai karena kita mempunyai ini dan itu. Dengan merasa damai oleh harta duniawi, berarti kita memberhalakan sesuatu, sebab orang yang mrncintai dunia berarti menyembah iblis.

Harap dibedakan antara keinginan dan kebutuhan. Punya keinginan tidak salah, tetapi apabila kita berkata “Datanglah KerajaanMu” berarti keinginan kita harus disalibkan lalu kehendak Allah harus disalin kedalam hidup kita. Apabila kita tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, maka hidup kita bisa rusak. Sering kita gagal disini, sebab kita belum sempurna dan masih harus belajar. Ingat, iblis memberi apa yang manusia ingini, tetapi TUHAN memberi yang terbaik. Kita mau pilih yang mana?

Minggu, 21 Februari 2016

DOA BAPA KAMI Part. 1

DR. Erastus Sabdono
DOA BAPA KAMI
(DATANGLAH KERAJAAN-MU)
Matius 6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Hidup Keagamaan Harus Lebih Benar
Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Prinsip dari kerajaan Allah adalah kebenaran. Apakah kebenaran itu? Kata yang digunakan untuk kebenaran disini adalah (dikaiosune – Yun) yang juga digunakan dalam sabda TUHAN Yesus dalam Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Untuk bisa masuk dalam kerajaan itu, TUHAN Yesus mengingatkan agar hidup keagamaan para pengikut-Nya harus lebih benar daripada hidup keagamaan para ahi taurat dan orang farisi.
Kata hidup keagamaan disini sesungguhnya menggunakan kata (dikaiosune – Yun), yang berarti kebenaran. Dikaiosune di sini berarti kebenaran yang bertalian dengan sikap hati dan karakter, berbeda dengan kata Yunani lain yang dalam bahasa Indonesia juga diterjemahkan “kebenaran”, yaitu alethia yang berarti pernyataan yang benar.
Tentu sikap hati akan tampak dari tindakan luar. Yesus berkata hidup keagamaan kita harus lebih daripada mereka. Hidup keagamaan berarti kelakuan yang baik. Ini yang kelihatan, tetapi pasti juga meliputi yang tidak kelihatan sebab itulah asal kelakuan yang baik itu. Sebab, tanpa sikap hati yang benar, bagaimana kita dapat hidup lebih baik daripada para ahli taurat dan orang farisi yang sangat teliti dengan hukum dan peraturan? Jika kita cerdas dalam mengerti kebenaran dan peka terhadap apa yang dikehendaki oleh Allah Bapa, kita akan melampaui mereka semua, sebab mereka hanya melakukan hukum taurat saja.
Jadi sekali lagi, kita lebih benar dari mereka bukan karena hukum. Hati tidak diwarnai oleh hukum yang berbunyi: “tidak boleh begini... tidak boleh begitu”. Tetapi hati harus diwarnai oleh prinsip-prinsip kebenaran, sehingga dapat membaca hati TUHAN.

Kebenaran tidak dibangun dari hukum dan peraturan, tetapi dari kepekaan mengerti kehendak Allah. Kepekaan timbul dengan MEMBERI DIRI DIKENDALIKAN OLEH ROH KUDUS. Kepekaan timbul dengan memberi diri diperintah oleh TUHAN. “Datanglah KerajaanMu”, pemerintah kerajaan Allah terwujud.

Rabu, 17 Februari 2016

MENJADI PEKERJA YANG TULUS

 Ev. Benyamin Ludji Riwu
MENJADI PEKERJA YANG TULUS
MATIUS 20:1-16
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Perumpamaan ini berbicara soal kerajaan Surga dan pemiliknya yakni TUHAN sendiri.
Firman TUHAN katakan bahwa “pada pagi-pagi benar... kira-kira pukul 9... kira-kira pukul 12 dan pukul 3 petang... kira-kira pukul 5 petang Tuan ini mencari orang-orang yang siap dipakai untuk mengelola kebun-Nya.
Demikian dengan TUHAN Yesus. Sampai saat ini Ia masih terus mencari orang2 yang.mau untuk bekerja pada ladang-Nya yang sudah menguning.
Pertanyaan yang pas untuk masalah ini adalah, “mengapa TUHAN mencari pekerja?” alasannya sangat sederhana! Yakni karena ada banyak orang yang sudah menjadi Kristen namun malas atau keberatan untuk melayani TUHAN, bahkan ada orang yang berstatus sebagai anak TUHAN namun tidak pernah menunjukan sikap atau karakter sebagai anak TUHAN. Karena itulah TUHAN Yesus katakan dalam Yohanes 4:35 bahwa “... ladang-ladang sudah menguning dan matang untuk dituai” namun Matius 9:37 “...Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”.
Kembali pada kasus ini! TUHAN mengatakan bahwa setiap saat Ia mencari orang-orang untuk melayani. Dan setelah diberikan pelayanan, masalahpun terjadi! Dalam ayat diatas Firman TUHAN katakan, pada saat pembagian upah, semua perkerja mendapatkan hasil yang sama yakni 1 dinar sesuai dengan kesepakatan. Namun terjadi pemberontakan didalamnya. Yakni oleh pekerja yang sudah lebih dulu masuk.
Hubungannya dengan pekerjaan pelayanan adalah banyak orang yang sudah lebih dulu melayani Tuhan malah bertindak seolah-olah mereka adalah orang yang paling benar dihadapan TUHAN. Mereka kadang menganggap remeh orang-orang yang baru melayani, atau bahkan mengucilkannya dan menganggap bahwa mereka tidak layak untuk melayani TUHAN. Dalam kehidupan pelayanan terkadang mereka marah bila mereka disandingkan dengan pelayan yang baru atau yang menurut mereka kurang berpengalaman. Tanpa mereka sadari bahwa ini merupakan perangkap ibis untuk menghancurkan mereka.
Motivasi apakah yang kita pakai dalam pekerjaan pelayanan kita? Melayani karena mengasihi TUHAN dengan segenap hati, atau melayani untuk mencari popularitas diri?
Hati-hati dengan motivasi pelayanan kita! Karena Firman TUHAN katakan “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Mat.7:21-23).
Melayanilah karena cinta yang tulus kepada TUHAN, bukan karena kita ingin terlihat hebat dihadapan manusia, sebab bila kita hanya ingin terlihat hebat dihadapan manusia, maka kita pasti jatuh, namun apabila kita melayani atas dasar cinta yang tulus kepada TUHAN, maka upah yang terbaik yang akan TUHAN berikan buat kita!
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”.
1 Tim. 4:12


Rabu, 10 Februari 2016


Dalam kekurangan tidak membuat mereka jenuh untuk berdoa, justru disaat dan keadaan dimana mereka harus didoakan, malah mereka yang mendoakan.
How about us?

PENYERTAAN-NYA MEMBERI OTORITAS


Ada lagu regee yang mengatakan bahwa "Hidup ini memang sudah susah dan jangan dibikin susah lagi..!!!"

Ya.. memang hidup susah, tapi kita smua berjalan bersama Tuhan, masih ada kah yang dapat dikatakan susah?

KITA MAU BELAJAR DARI KISAH YUSUF :
1. TUHAN Memproses Karakter.
Yusuf dibawa ke Mesir ( Mesir=gambaran Dunia) yang keras untuk dilihat Tuhan apakah perangainya (Yusuf) berubah atau menjadi pribadi yang mengenal Tuhan. melalui proses yang tidak menyenangkan akan menghasilkan kedewasaan Rohani.

2. TUHAN Memproses Moral
Memalui sebuah kedudukan dan keberhasilan, Tuhan ingin melihat seberapa kuat seseorang dapat mempertahankan moralnya dengan baik.
Yusuf, ketika mendapat ujian berupa godaan keduidukan, harta, dan Wanita (Tante Potifar.. hehe..). namun karena Yusuf memiliki karakter yang baik, ia bisa lulus dari godaan TANTE POT. walaupun ia harus masuk penjara..

3.TUHAN Memproses Mental.
Kalau seseorang tidak memiliki mental yang baik dan kuat maka ia pasti memberontak. Yusuf walau sudah menunjukan kesetiaan untuk tidak berbuat dosa, ia masih difitnah dan berujung masuk penjara. tapi inilah jalan untuk mendapatkan penyertaan dan otoritas yang lebih besar dari Tuhan. sama seperti setiap orang Kristen. Tuhan Yesus berkata "siapa yang mengikut Aku, dia harus siap untuk memikul salib!" apa artinya?
maksudnya ialah Kristus adalah kebenaran.. siapa yang mau mengikuti kebenaran pasti akan mendapat tantangan dan masalah, namun apabila ia kuat maka sesuatu yang besar yang telah Tuhan sediakan untuk dia pasti akan diperolehnya...!!!
sama seperti Yusuf.. untuk kebenaran ia harus masuk kedalam penjara, namun karena ketekunannya kepada Tuhan, apa yang dia peroleh??
ia mendapat kedudukan yang lebih bsar dari sebelumnya, yaitu menjadi ornag kedua di Mesir... demikian lah kita sebagai anak Tuhan, harus kuat dalam menghadapi tantangan apapun, maka Tuhan akan slalu memberkati kita....
Amin.

Tuhan Yesus Memberkati...

Selasa, 09 Februari 2016

Kuasa Hukum Taurat

Surat Roma 7:7-8.

Berbicara mengenai hukum, saya rasa kita semua sudah memiliki bayangan tentang apa itu hukum. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata hukum ini berbicara mengenai :
1)      peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah;
2)      undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat;
3)      patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu;
4)      keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis;
Dari keempat pengertian hukum ini, saya simpulkan bahwa hukum itu ialah sarana yang dipakai oleh pemerintah untuk mengadili atau menghakimi seorang yang dinyatakan bersalah, sesuai dengan kebenarannya. Dari pengertian ini, menyatakan bahwa begitu luar biasanya hukum, tetapi sayang saudaraku, pada kenyataan sekarang ini, banyak orang yang tidak menuruti hukum, mengapa? Ini semua terjadi, karena hukum didunia saat ini sudah berjalan dengan tidak semestinya lagi. Banyak orang terutama pejabat-pejabat pemerintah yang jatuh dalam dosa korupsi, dan berbagai macam dosa yang lain, mengapa masih banyak diantara mereka yang tidak mendapat hukuman? Bahkan pada peristiwa yang lalu, yang juga tidak asing lagi ditelinga kita, bahwa ada orang yang ketika dipenjarakan, ia malah dapat dengan bebasnya untuk keluar masuk penjara, bahkan ia bisa pergi jalan-jalan dibeberapa daerah yang ia ingin pergi. Kemudian beranjak dari situ, terciptalah sebuah lagu mengenai dirinya, sebuah lagu yang cukup populer pasa saat itu, lagu itu berjudul “Andai Ku Gayus Tambunan”. Dalam lagu ini ada kalimat yang menyatakan bahwa “Hukuman bisa dibeli”. Sekarang saya mau bertanya kepada saudara sekalian, menurut saudara apakah hukuman itu dapat dibeli? Jawabannya Tidak!, namun orang-orang yang memegang hukumlah yang membuatnya dapat dibeli. Dengan kata lain, hukum itu baik, namun akan menjadi tidak baik jika hukum itu dikuasai oleh orang-orang yang tidak baik.
Ada sebuah Ilustrasi yang menceritakan mengenai hukum yang tidak benar. Disebuah kota yang berada di bagian Timur Indonesia, terjadi penghakiman disebuah kantor pengadilan negeri terhadap seorang yang kedapatan mencuri sapi 200 (dua ratus) ekor sekaligus. Ketika diadili, sang hakimpun memberikan pertanyaan kepada sipencuri, yang kebetulan membawa pengacaranya disitu, demikian : “hukuman apa yang anda mau? Menggantikan sapi yang telah kamu curi beserta bunganya dengan “Dua ratus lima puluh ekor sapi” atau dengan menjalani hukuman kurungan penjara selama dua puluh tahun?. Tanpa disadari, ternyata sang pengacara dari pencuri itu sedangn merekam pembicaraan sang hakim dalam sebuah kaset recorder, lalu ia menyarankan kepada Kliennya (sipencuri) untuk menyanggupi tawaran yang kedua.
Setelah hari yang ditentukan yaitu pada pengadilan yang kedua, dimana saat yang menegangkan bagi setiap hadirin yang hadir diruang sidang tersebut untuk menanti si Pencuri dengan denda yang disanggupinya itu. Ketika pencuri itu dan pengacaranya masuk, betapa terkejutnya semua orang yang ada disitu ketika melihat bahwa yang dibawa oleh sipencuri ialah potongan ekor sapi berjumlah 250. Kemudian sang hakim pun bertanya “ lelucon apa yang hendak kalian perbuat? Kemudian sang pengacara pun memutar kembali hasil rekaman pada sidang sebelumnya. Sang hakimpun merasa terpojok, namun karena keputusan yang sudah diambil dan yang telah disepakati bersama, maka dengan berat hati sipencuripun dibebaskan dari hukumannya.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan, dari Ilustrasi tadi seorang yang memegang hukum (Hakim) adalah orang yang sangat berperan penting dalam sebuah penghakiman. Dari ilustrasi ini,  kita dapat melihat bahwa dalam perkataanpun seorang hakim harus sangat berhati-hati. Apakah hukum itu seperti Ilustrasi tadi? Tentunya tidak!
Sekarang kita kembali pada judul kita tadi, yaitu “Kuasa Hukum Taurat”. Apa saja yang menjadi akibat dari kuasa hukum taurat ini?
Didalam ayat yang telah kita baca bersama tadi, saya menemukan ada 2 akibat yang disebabkan oleh Hukum Taurat.
GARIS BESAR :
        I.            HUKUM TAURAT MEMPERKENALKAN DOSA (ay. 7a)
Berbeda dengan hukum yang berlaku didunia ini, hukum taurat memiliki kuasa yang sangat dasyat, mengapa? Karena pada dasarnya hukum taurat adalah hukum yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada bangsa Israel, melalui Musa hamba-Nya.
Hukum inilah yang dipakai oleh orang Yahudi sebagai standar hidup mereka sampai sekarang. Bahkan hukum ini juga sudah menjadi bagian didalam hukum negara mereka, bahwa setiap orang yang melakukan kesalahan akan dihukum berdasarkan hukum taurat. Kita tau bersama, bahwa pada jaman Tuhan Yesus, ada seorang perempuan yang kedapatan berzinah, lalu orang-orang melempari dia dengan batu, kemudian membawanya kehadapan Tuhan Yesus dengan tujuan untuk mencobai Dia, namun dari peristiwa itu, Yesus mengajarkan hukum kasih kepada mereka, dimana dengan Tuhan Yesus meberikan sebuah penyataan kepada mereka bahwa barang siapa yang tidak melakukan dosa, baiklah ia yang terlebih dahulu melempari perempuan itu dengan batu. Namun apa yang terjadi saudaraku? Tidak ada seorangpun diantara mereka yang melempari perempuan itu dengan batu. Ini membuktikan bahwa mereka yaitu orang-orang farisi dan ahli taurat ini juga banyak melakukan hal-hal yang menentang hukum taurat. Nah kalau sudah begitu saudaraku, apa lagi guna hukum taurat? Tidak ada lagi!
Menurut orang Yahudi, dengan melakukan hukum taurat, maka orang akan diselamatkan! Apakah demikian? Kalau kita menyetujui hal ini, berarti kita telah meragukan Firman Tuhan yang ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Galatia bahwa orang dapat diselamatkan bukan dengan melaukan hukum taurat, tetapi Oleh karena iman kepada Yesus Kristus!
Karena itu saudaraku, kita sebagai anak Tuhan harus yakin dan percaya bahwa keselamatan kita bukan karena kita melakukan hukum taurat atau melakukan yang lainnya, tetapi, keselamatan kita hanya diperoleh dengan pengenalan yang benar akan Dia dan memiliki iman percaya terhadap Dia yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang sudah rela Mati untuk menebus dosa-dosa kita, yang telah bangkit dan naik ke Surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita orang-orang percaya. Katakan Amin. Jadi saudaraku, kita harus tahu bahwa kita ini hidup bukan lagi dibawah hukum taurat, tetapi kita hidup dibawah anugrah Allah, karena Rasul Paulus katakan kepada jemaat di Galatia (Galatia 3: 10)  bahwa orang yang hidupnya dibawah hukum Taurat sama dengan ia hidup dibawah kutuk, sebab ada tertulis, bahwa terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala hukum Taurat! Ini berarti ketika orang itu melanggar hukum taurat, maka ia adalah orang yang terkutuk. Saya yakin bahwa kita yang ada pada pagi hari ini adalah orang-orang yang telah bebas dari kutuk Hukum taurat, Amin?. Katakan kepada orang disekeliling anda ”sekarang saya sudah dimerdekakan oleh Kristus!”.
      II.            HUKUM TAURAT MENGHIDUPKAN DOSA (ay. 8b)
Yang kedua adalah ”Hukum Taurat Menghidupkan Dosa”. Kita mau membaca ayat yang ke 8b bersama-sama. Dalam ayat ini, Rasul Paulus menulis bahwa  “Sebab Tanpa Hukum Taurat, dosa mati”. Ini berarti dengan adanya hukum taurat dosa itu hidup saudaraku, sehingga tidak salah kalau Rasul Paulus mengatakan pada ayat ke 7b bahwa “karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum taurat tidak mengatakan : “Jangan Mengingini!”. Berarti dengan adanya hukum Taurat Paulus mengetahui apa itu keinginan.
Sekarang saudaraku, kalau kita sudah tahu bahwa hukum taurat itu menghidupkan dosa, maka apa yang harus kita lakukan? Kembali lagi saya tegaskan kepada kita semua, yaitu dengan kita percaya sepenuhnya kepada Yesus! Bukan setengah-setengah saudaraku.
Betapa luar biasanya Tuhan kita ini saudaraku. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kita saat ini, kalau Tuhan itu tidak datang untuk menebus dosa-dosa kita. Kalau sampi Tuhan tidak datang, maka kita semua adalah orang-orang yang hidupnya selalu diintimidasi oleh kuasa Kutuk Hukum taurat. Tetapi oleh karena kemurahannya Ia datang kedunia, mengosongkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba. Mengosongkan diri ini sama dengan halnya kalau seorang Manusia meninggalkan kemanusiaannya lalu berubah menjadi seperti seekor binatang! Tetapi Ia rela saudaraku. Untuk siapa Dia melakukan ini semua? Semua ini dilakukan hanya untuk manusia, bukan untuk ciptaan-Nya yang lain!. Dengan kedatanganNya, dan dengan kerelaan hatiNya untuk mati diatas kayu salib, dengan tujuan hanya agar kita dibebaskan dari Kutuk Hukum Taurat! Sebab ada tertulis dalam Galatia 3:13 ” Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!". Didalam ayat ini menyatakan bahwa Yesus sudah menanggung semua kutuk kita, oleh karena itu tidak ada kutuk yang berkuasa lagi atas hidup kita.
Saudaraku, kalau hukum taurat sudah tidak berkuasa lagi atas kita, maka dosa juga tidak berkuasa lagi atas hidup kita amin?. Dengan kematian Tuhan Yesus Kristus, Ia sudah menghapus segala yang mengikat kita, yaitu, kutuk hukum taurat ataupun dosa-dosa kita, sebab ada tertulis dalam surat Paulus kepada jemaat Roma, yang terdapat dalam Roma 8:2 “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Jadi dengan Pengorbanan Kristus diatas kayu salib, ada Roh yang diberikan kepada kita semua, yaitu Roh Kudus yang telah memerdekakan kita dari kuasa hukum dosa dan hukum maut.



KESIMPULAN
Jadi saudaraku, kita sebagai orang percaya, kita perlu tahu, bahwa kita adalah orang-orang yang telah dimerdekakan oleh Kristus Yesus dari kuasa hukum Taurat, dengan Ia mengorbankan diriNya diatas kayu salib.
Kuasa hukum taurat yang memperkenalkan dosa kepada manusia, dan yang telah menghidupkan dosa didalamnya, sekarang sudah tidak ada lagi. Itu semua karena kasih Kristus kepada kita semua.

Karena itu saya minta untuk kita katakan sekali lagi “sekarang saya sudah dimerdekakan oleh Kristus!”. Amin.

Jumat, 05 Februari 2016

Perbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru

Istilah “manusia lama” kita temukan dalam Roma 6:6; Kol. 3:9; Efe. 4:22, dan “istilah manusia baru dalam Efs. 2:15, 4:24; Kol. 3:10. Dalam ayat-ayat tersebut Paulus mengkontraskan antara sifat manusia lama dan sifat manusia baru serta perbedaan status dan keaadaan manusia lama dan manusia baru. Jadi jelas sebetulnya bahwa manusia lama dan manusia baru merupakan aspek yang dapat dibedakan dalam kehidupan orang percaya. Mungkin ada yang berpikir bahwa orang percaya berada dalam kedua natur ini, yaitu sebagai manusia lama dan sebagai manusia baru pada saat bersamaan. Di satu sisi orang pecaya sebagai manusia lama yang telah dibenarkan dan dikuduskan, namun di sisi lain adalah juga manusia lama yang dalam eksistensinya masih bisa melakukan dosa. Paulus sebetulnya tidak mengajarkan konsep seperti itu, dalam Roma 6:6-7 dituliskan bahwa “manusia lama kita telah turut disalibkan dan tubuh dosa telah hilang kuasanya, agar orang percaya tidak menghambakan diri lagi kepada dosa. Karena orang yang telah diselamatkan telah mati bagi dosa dan telah bebas dari dosa.” Artinya orang Kristen hanya diberikan satu “pilihan” dan satu hak sebagai orang percaya untuk hidup bagi kebenaran saja dan bukan hidup bagi dosa, dengan kata lain orang Kristen harus hidup sebagai manusia baru dan mematikan manusia lamanya.
John Calvin mengatakan “Jika kita telah benar-benar menerima bagian di dalam  kematian kristus, manusia lama kita telah disalibkan oleh kuasa-Nya, dan tubuh dosa telah binasa dan kerusakan pada manusia lama tidak berperan lagi. Jika kita telah menerima kebangkitan Kristus, olehnya kita telah dibangkitkan kepada hidup yang baru yang selaras dengan kebenaran Allah (sudah disimpulkan).”[1]   Dalam 2 Kor 5:7 juga menegaskan bahwa setiap orang yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang.” Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang percaya tidak berada dalam dua status, sebagai manusia lama dan sebagai manusia baru, statusnya adalah benar-benar manusia baru. John Murray (Principle of Conduct) mengatakan bahwa manusia lama adalah manusia yang belum lahir baru, manusia baru sudah lahir baru, sehingga tidak mungkin lagi menyebut orang percaya sebagai manusia lama dan manusia baru. Selain itu Anthony Hoekema (Saved by Grace) menekankan bahwa dengan lahir baru orang percaya telah menerima natur baru sehingga dimampukan untuk hidup menyenangkan Allah. Memang orang percaya masih memiliki natur keberdosaan dimana ia tetap bergumul dengannya dan berusaha untuk menghidupi manusia barunya, namun tidak lagi dosebut manusia lama atau orang lama. Manusia lama secara total dikuasai oleh dosa, tetapi manusia baru  seutuhnya sudah berada dalam pimpinan Roh Kudus sekalipun belum dalam kesempurnaan yang sepenuhnya. Dalam statusnya yang baru orang Kristen bukan lagi sebagai manusia lama, tetapi sebagai manusia baru yang sedang diperbaui terus menerus supaya menjadi semakin serupa dengan Kristus (Roma 8:29). Orang Kristen adalah manusia baru tetapi belum sempurna, kesempurnaan itu hanya akan terjadi dalam pemuliaan yang akan dikaruniakan dalam kedatangan Kristus yang kedua (Roma 8:30).
TANTANGAN PERUBAHAN
Mungkin banyak orang yang Kristen yang bertanya, apakah sesudah Kristen Allah menghendaki perubahan total? Tentu saja jawabannya adalah ya, namun apakah mungkin seseorang dapat berubah secara total? Jawabannya juga adalah ya! Seperti tertulis dalam Efesus 4:22-24: “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” Proses inilah yang kita sebut sebagai “progressive sanctification”, dimana secara bertahap dalam seluruh aspek kehidupan seorang Kristen mengalami pertumbuhan secara konstan dan konsisten (secara pasti semakin baik). Perubahan ini tidak dapat dikerjakan dengan usaha orang Kristen itu sendiri, karena sesungguhnya tidak seorang pun sanggup memenuhi tuntutan kebenaran Allah dengan usahanya sendiri. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus yang sanggup memampukan orang Kristen untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah dan Firman-Nya (2 Kor 3:8). Namun mengalami perubahan ini tentu bukanlah sesuatu yang dapat terjadi secara instan dan mudah, kebanyakan orang tidak mampu berubah secara total dalam hidupnya. Mungkin dengan kata lain, kebanyakan orang tidak bersedia membayar harga perubahan itu. Ada beberapa faktor penyebabnya: pertama, karena perubahan itu seringkali tidak mengenakkan dan tentu sangat tidak nyaman. Kedua, perubahan adalah sebuah proses yang penuh pengorbanan, untuk itu diperlukan ketabahan, ketekunan dan kesabaran dan memakan waktu. Terkadang baru bertahun-tahun kemudian kita bisa mendapatkan hasil perubahan yang kita inginkan. Ketiga, perubahan bisa menjadi sumber konflik baru bagi diri sendiri maupun dengan orang-orang disekitar kita.
Perubahan selalu mengakibatkan krisis (disequilibrium) tetapi jika diteruskan dengan kesungguhan dan ketaatan kepada Allah akan memberikan hasil yang nyata. Menjadi manusia baru ditandai oleh proses pertumbuhan yang jelas pada perubahan sikap dan tingkahlaku sehari-hari. Meski banyak manusia yang tidak menyukai perubahan,  namun perubahan adalah satu-satunya penentu dan  sumber kemajuan kerohanian dan kepribadian seseorang. Perubahan seperti apa yang bisa memberikan kemajuan yg berarti? Yang jelas, perubahan yang dimulai dari diri sendiri, dengan membuat langkah-langkah perubahan (action) yang jelas dan dengan kemauan yang kuat dan tak terbendung.  Alkitab mengajarkan tentang perubahan kepada kita dalam Roma 12:2; Filipi 4:8; Matius 7:12, yang mencakup perubahan pada: (1) Cara Berpikir & Keyakinan, dengan mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan, oleh karena itu setiap manusia baru harus memikirkan segala sesuatu dalam persfektif yang baik dan benar seperti tertulis dalam Filipi 4:8 dan Roma 12:2; (2) Perubahan pada kata-kata, perubahan pada cara berbicara dan berkata-kata dapat mengubah banyak hal dalam relasi seseorang dengan yang lain. Kata-kata yang lemah lembut, kata-kata yang positif dan membangun serta menguatkan sangat diperlukan oleh setiap orang dan sangat memberkati orang lain; (3) Perubahan pada sikap dan tingkah laku, yang akan mennghasilkan perubahan pada hidup. Ssetiap orang sering tanpa sadar memilih pola tingkah laku tertentu dan melakukan tindakan-tindakan tertentu sebagai suatu kebiasaan[2].

Tiga Karakter Manusia Baru Dalam Kristus (Efesus 4:2)
     Rendah Hati (Efesus 4:2)
Manusia baru memiliki sifat ilahi seperti Kristus yaitu rendah hati. Kata rendah hati ini seperti yang tertulis dalam Efesus 4: 2. Paulus menasehatkan jemaat Efesus untuk rendah hati selalu. Dalam The Thelogical Dictionary of The New Testament kata rendah hati mengandung makna menundukkan diri sendiri kepada orang lain dan menjadi lebih peduli terhadap kesejahteraan mereka daripada diri sendiri. Dalam bahasa psikologi dikenal istilah altruistik atau lebih umum, sifat kepribadian yang tidak egois.Yesus pernah menunjukkan sifat ini ketika Dia membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai teladan seorang pemimpin hamba (servant leader).
Lemah lembut (Efesus 4:2)
Kata lemah lembut ini juga terdapat dalam Efesus 4:2 yang makna teologisnya dari teks Yunani adalah sikap sederhana dan lemah lembut yang terungkap di dalam ketaatan yang penuh, kesabaran terhadap serangan, bebas dari kebencian dan keinginan untuk balas dendam. Salah satu perkataan Tuhan Yesus di kayu salib mendefinisikan dengan tepat kata lemah lembut ini, "Bapa, Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan".
Sabar (Efesus 4:2)
Kata sabar dalam Alkitab bahasa Inggris yaitu "longsuffering" maknanya "sabar menderita". Dalam teks Yunani kata ini mengacu kepada daya tahan yang lama dihadapan amukan oposisi dan amarah dari orang lain.Ingat bagaimana respon Yesus ketika disiksa dalam perjalanan memikul salib menuju bukit Golgota seperti yang digambarkan dalam film The Passion Of The Christ.[3]


KESIMPULAN
Siapakah Manusia Baru Dalam Kristus?
Menjadi manusia baru adalah proses kerja wilayah batin. Menjadi manusia baru itu bukan operasi wilayah fisik. Walaupun nanti setelah seseorang diubahkan menjadi baru dalam wilayah batinnya, bisa akan memunculkan bukti-bukti perubahan penampilan secara fisik. Metodelogi menjadikan manusia baru dalam Kristus dimulai dari dalam, bukan dari luar. Ini dimulai dengan mendiagnosa "penyakit" manusia lama dari dalam, dengan kemauan untuk menanggalkan jubah manusia lama (Efesus 4:22). Jubah manusia lama itu yang dulu "dijahit" dengan benang-benang hawa nafsu, dusta, kepahitan, fitnah dll. Sehingga bisa dikatakan bahwa manusia lama itu adalah manusia tanpa integritas.

> DOKTRIN ANTROPOLOGI MENURUT SURAT I YOHANES
     
     MANUSIA BARU DAN MANUSIA LAMA

     Hidup dalam Terang Allah
Dalam surat ini diterangkan bahwa semua manusia pada dasarnya berada dalam kegelapan apalagi kalau seseorang itu berada diluar Kristus. Dalam pasal ini juga diterangkan bahwa jika ada orang yang mengatakan bahwa ia ada dalam Kristus namun dalam praktek hidup ia masih dalam kegelapan, maka orang ini dinyatakan berdusta.
Menurut I Yohanes ini : Seseorang dikatakan lahir baru apabila ia hidup didalam Kristus dan dalam praktek hidup, ia berada dalam terang, maka ia akan beroleh persekutuan dengan orang lain, karena darah Kristus, yang telah menyucikan dia dari segala dosanya.
Manusia Makluk Sosial
Dalam Pasal 2 ayat 9-12 dikatakan bahwa seseorang akan dikatakan lahir baru apabila ia mengasihi saudaranya ataupun kerabatnya, karena dikatakan dalam ayat ini, orang yang mengatakan bahwa hidupnya berada dalam Kristus namun ia membenci saudaranya, maka ia sama halnya dengan berada dalam kegelapan.
Manusia tidak luput dari yang namanya masalah, dan manusia juga membutuhkan orang lain untun dapat menyelesaikan masalahnya. Oleh karena itu ayat ini mengatakan bahwa orang yang membenci saudaranya atau sesamanya ia berada dalam kegelapan, karena manusia itu dicipakan bukan hanya satu orang.
Dalam pasal 3:11-18, dikatakan bahwa kasih kepada saudara sebagai tanda hidup baru. Ini berarti, ketika kita mengasihi saudara kita, maka kita juga mengasihi Allah. Firman Tuhan katakan dalam Injil Matius 6:14-15 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Ini adalah bukti bahwa ketika kita mengaihi saudara kita maka Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan apabila dosa kita diampuni oleh Bapa, maka kita sudah dikuduskan bersama Kristus, dan kita menyandang status sebagai anak-anak Allah, ketika kita menyandang status ini, maka kita dinyatakan sebagai “Orang yang lahir baru”.
SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH
Dalam pasal 3:2  “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”.
Disini dikatakan bahwa apabila sudah mencapai waktu-Nya Tuhan, maka kita akan menjadi seperti Dia. Ketika Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya dalam dunia ini, maka Ia akan mengangkat orang-orang kudus-Nya bersama-sama dengan Dia diawan-awan, dan orang-orang kudu-Nya akan menjadi sama dengan Dia. Sama dalam arti ialah memiliki tubuh kemuliaan sama seperti Dia. 


[1]               Calvin, Johanes., Institutio. (BPK.Gunung Mulia, Jakarta :  cetakan keempat-2003) Hal. 90

[2]           Siahaan Robert.R. Pdt. Soli Deo Gloria. [Tabloid Reformata, November 2010 ].

[3]               http://wahyutauda.blogspot.com/


KISAH TUKANG CUKUR YANG TIDAK PERCAYA ADANYA TUHAN

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"

"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker, istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” Si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.
”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi… orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

ISLAMOLOGI

                                                             ISLAMOLOGI

ISLAMOLOGI : adalah suatu ilmu yang mempelajari agama Islam atau suatu ilmu yang berbicara tentang agama Islam
ISLAM: artinya berserah atau taat segala perintah Allah sebagai Tuhan yang disembahnya.

PEDOMAN DASAR AGAMA ISLAM

  1. Al QUR`AN: Artinya bacaan. Al Qur`an adalah kalam atau firman Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad melalui malaikat Jibril untuk disampaikan atau disyiarkan kepada   seluruh umat manusia dan umat manusia dituntut secara penuh untuk mentaati.
Al Qur`an diturunkan dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari di dua daerah yaitu Mekah dan Madinah. Al Qur`an terdiri dari 114 surat dan 6666 ayat
Pada waktu itu Al Qur`an hanya dihafal dan ditulis di lempeng-lempeng batu-batu, di tanah-tanah dan di pelepah-pelepah daun kurma. Karena pada waktu itu bangsa Arab belum mengenal kertas dan belum ada kertas. Setelah Rasulullah Muhammad meninggal barulah Al Qur`an itu dibukukan yang disbut Mushaf yaitu pada masa Khalifah Abubakar. Pengumpul dan pencatatnya adalah Zait
           bin Shabit.

  1. HADITS: Adalah ucapan dan perbuatan Rasulullah Muhammad serta tradisi atau  adat para
kerabat dan sahabat dekatnya.

     3.   IJ`MA`: Adalah suatu kesepakatan yang diputuskan para ulama`

4.      QIAS:  Suatu tindakan yang diperumpamakan atau dilambangkan.


MUHAMMAD

Muhammad lahir pada tanggal 20 April Tahun 571 Masehi. Ibunya bernama Siti Aminah ayahnya bernama Abdullah. Abdullah meninggal dunia saat Siti Aminah mengandung Muhammad dalam usia enam bulan di kandungan ibunya. Setelah Muhammad lahir, enam tahun kemudian ibunya meninggal dunia. Akhinya dia diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Mutholib dalam keadaan yatim piatu. Tidak begitu lama kakeknya meninggal dunia juga, lantas diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thlib. Semasa masih kecil Muhammad dibawa oleh kakeknya ke kaki Ka`bah yaitu Hajarul Aswad (batu hitam). Dalam usia 12 tahun Muhammad diajak berdagang oleh pamannya ke daerah Syam. Sebelum masuk ke daerah Syam mereka singgah di Busra, di tempat itu mereka bertemu dengan seorang Pendeta Nsrani yang bernama Buhaira`. Menurut pengakuan bahwa Buhaira` melihat tanda-tanda kenabian di dalam diri Muhammad. Dalam hal ini Pendeta Buhaira` berpesan kepada Abu Thalib untuk melindungi keponakkannya. Dari situ Muhammad mulai merenungkan kata-kata yang diucapkan oleh Pendeta Nasrani yang bernama Buhaira` itu. Yang menurut bayangan pikirannya bahwa dia akan menjadi seorang Nabi yang telah dinubuatkan oleh seorang Pendeta Nasrani. Dan untuk menjadi seorang Nabi Muhammad harus membawa dan menunjukkan bukti yang berupa wahyu dari Ilahi. Mulai dari situ Muhammad sering merenung dan bermeditasi untuk bisa mendapatkan wahyu. 


MUHAMMAD MENIKAH

Dikala usianya sudah dewasa dan menjadi pemuda, Muhammad menjadi karyawan seorang janda pedanggang  kaya-raya bernama Siti Khotijah. Muhammad dengan rajin dan cekatan melaksanakan tugas-tugasnya disetiap hari. Dia menunjukkan darma bhakti kepada majikannya. Maka Siti Khotijah sangat simpati terhadap Muhammad, akhirnya mempercayakan seluruh usaha dagangannya untuk diurus dan dikendalikan sepenuhnya oleh Muhammad. Karena selalu dekat dan sering bertemu maka berubahlah menjadi hubungan jalinan cinta kasih sayang yang mesra sekali. Dan keputusannya saat Muhammad berusia 25 tahun dan Siti Khotijah berusia 40 tahun mengadakan pernikahan secara resmi di hadapan seorang Pendeta Nasrani yang bernama Warokoh Bin Naufal yang adalah paman dari Siti khotijah.


NAMA-NAM ISTRI MUHAMMAD

  1. Saudah                              8.  Sofiyah                                        15.  Asmah (dari Haman)
2.    Aisah                                9.  Maimunah                                   16.  Maria (orang Kristen)
3.    Salamah                          10.  Fatimah                                       17.  Rokhana
4.   Hafsah                              11. Hendun                                       18.  Amah Syarik
  1. Zainah                              12.  Asmah (dari Saba)                      19.  Maimunah
  2. Zuwariyah                        13.  Zainah (dari Kazauna)                20.  Zainab
  3. Habibah                            14.  Habla                                          21.  Khaula

MENERIMA WAHYU

Mendekati usia 40 tahun Muhammad lebih sering mengadakan meditasi. Bahkan kala ini dia sering pergi ke bukit gua Hiro` yang terletak di bukit Zabal Nur (bukit cahaya). Saat dia sudah mencapai usia 40 tahun, Muhammad lebih mmfokuskan takhanus (meditasi). Dan akhirnya tepat tanggal 17 Ramanhon atau tanggal 16 Agustus 610 Masehi, di gua Hiro` itu dia merasa datangi sosok mahkluk dan sosok mahkluk ini menyuruh Muhammad yang bunyinya “Bacalah” tetapi Muhammad masih tetap belum bisa membaca,  sampai tiga kali Muhammad disuruh membaca, akhirnya mahkluk itu merangkulnya dengan erat dan kuat lantas tiba-tiba Muhammad bisa membaca. Sehubungan dengan itu akhirnya orang yang pertama kali mengakui dan menyatakan keyakinannya bahwa Muhammad itu seorang Nabi dan Rasul adalah Siti Khotijah yaitu istrinya sendiri. Dalam menerima pewahyuan Al Qur`an, Muhammad sering merasa adanya kebimbangan dan keraguan. Dengan ini Allah memantapkan keteguhan hati Muhammad supaya tidak ragu dan bimbang maka Muhammad disuruh menanyakan kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum dia yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, baca Qs. 10:94.

MASALAH KESELAMATAN

  1. Qs. 28:67 dan Qs. 66:8 : Allah tidak menjamin keselamatan (masuk sorga) secara pasti                   
      tetapi mudah-mudahan
  1. Qs. 46:9 : Muhammad tidak tahu tentang nasibnya sendiri dan umatnya.
  2. Qs. 44:40-42 dan Qs. 6:51: Pada hari kiamat (Pengadilan, Penghakiman dan Penghukuman) tidak ada kerabat dan sahabat dekat yang bisa memberikan syafaat.
  3. Qs. 25:68-69: Biarpun sudah beriman dan beribadah saleh namun tetap diazab (siksa) kekal.
  4. Qs. 19:71: Semuanya dipastikan dan ditetapkan masuk neraka. Baca tafsir Al Azar oleh Prof. DR. Hamka

PERNYATAAN HADITS

  1. HSM 162: Bapaknya Muhammad ada di neraka.
  2. HSM 163 dan HSM 164: Muhammad tidak dapat menyelamatkan kerabat dekatnya dan anaknya sendiri yaitu yang bernama Siti Fatimah.
  3. HSM 71-77: Amal tidak dapat memasukkan orang ke Sorga juga tidak bisa melepaskan orang dari siksa Neraka.


KETERANGAN KESELAMATAN DALAM AL QUR`AN

1.      Qs 19:72: Allah akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa. Siapakah orang-orang yang disebut bertakwa menurut keterangan Al Qur`an itu? Yaitu orang-orang yang diberi petunjuk dan pengajaran oleh Taurat dan Injil Qs. 5:46.
2.      Qs. 44:40-42: Pada hari kiamat tidak ada yang dapat selamat, kecuali mendapat rahmat dari Allah
Apakah tanda dan wujudnya rahmat Allah itu? Tanda dan wujud rahmat Allah adalah datangnya Isa Al Masih ke dunia ini Qs19:21.


BEBERAPA ALIRAN AGAMA ISLAM

Setelah Rasulullah Muhammad meninggal dunia agama Islam terpecah menjadi bermacam-macam aliran di antaranya :

  1. ALIRAN SUNI

Aliran ini merupakan golongan yang terbesar di dalam dunia Islam. Mereka mempergunakan gelar dengan sebutan NAJI`AH  artinya mereka adalah orang-orang yang diselamatkan. Aliran ini mngakui ke empat Khalifah (Wakil) sebagai pengganti Muhammad.


2.   ALIRAN SYIAH

           Aliran ini hanya mengakui Khalifah Ali sebagai pengganti Muhammad yang sah. Aliran ini  
           menganaggap sebagai golongan yang paling benar dalam pengertiannya tentang Islam, serta  
          menetapkan hukum Islam sebagai peraturan pemerintah yang sah. Pemimpinnya adalah Ayatulloh
          Khomaini. Dia menetapkan perintahnya sederajat dengan Rasulullah Muhammad. Dan mereka
          menganganggap aliran Syiah adalah para ROFIDI atau pemurtad kebenaran Islam
   
3.      ALIRAN WAHABBI

Aliran ini dipimpin oleh Abdul Wahab, dia berpendapat bahwa umat Islam telah menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad. Aliran ini hanya berpedoman pada Al Qur`an dan Hadits. Abdul Wahab menyerukan perintah, “Bunuh semua orang-orang kafir”. Hal ini karena melaksanakan perintah resmi dari Kitab Suci Qs.8:12 Qs. 9:5, 29, 73, 123.

4.      ALIRAN SUFFI

Suffi adalah aliran Islam yang menitik beratkan pada hal-hal yang bersifat rohani, karena Al Qur`an dan kata-kata Muhammad dianggap mengandung pengertian yang bersifat rohani. Dalam hidupnya sehari-hari mereka menekankan perbuatan baik, mereka selalu bermeditasi dengan dzikir yaitu selalu mengingat nama Allah untuk mencapai pembebasan dan kedamaian.

5.      ALIRAN BAHAISME

Aliran ini dipimpin oleh seseorang yang bernama Minsa Hussyin Ali. Pada tahun 1847 dia mengumumkan bahwa Minsa Hussyin Ali adalah kemuliaan Allah. dia berusaha menyatukan ke tiga agama yaitu Agama Yahudi, Agama Nasrani dan Agama Islam. Golongan ini berpusat di Haifa Israel dan di India pengikutnya juga banyak.
    
6.      ALIRAN AHMADIYAH

Aliran ini dipimpin oleh seseorang yang bernama Mirza Ghulam Ahmad. Aliran ini menganggap bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi di samping Nabi Muhammad. Mereka percaya bahwa Nabi Isa di salib namun Nabi Isa tidak mati pada waktu di salib melainkan hanya pinsan di kayu salib. Aliran ini juga sangat cepat perkembangannya karena mereka mempunyai Da`i – Da`i (Para da`wah) yang sangat banyak sekali untuk mensyiarkan aliran dan ajarannya. 


ISA AL MASIH MENURUT PERNYATAAN AL QUR`AN

1.      ISA ADALAH SOSOK PRIBADI YANG TERKEMUKA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT

Idz qolatil malaikatu ya maryama innallooha yubasyyiruki bikalimatim minshus muhul mashiku isabnu maryama wajihan fiddunya wal akhiroti wa minal muqorrobbin

Ketika malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat dari pada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang terdekat dengan Tuhan”.  (Qs. Ali `Imron. 3:45)
    
2.      ISA ITU ADALAH UTUSAN ALLAH, KALAM ALLAH DAN ROH ALLAH

Innamal mashikhu isabnu maryama rasulullahi wakalimatuhu alqoha ila maryama wa ruhumminhu.

“Sesunggunya Al Masih putra Maryam itu adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya”. (Qs. An Nisaa. 4:171)

3.      ISA MEMBERITAHU HARI KIAMAT DAN JALAN YANG LURUS

Wa innahu la ilmul lisaati fala tamtarunna biha wattabi`uni hadza shirotum mustaqiim.

Dan sesunggunya Isa itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (Qs.Az Zukhruf. 43:61).

4.      ISA ITU HARUS DITAATI

“Fattaqulloh wa atiiu`un”

“Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Ku” (Qs. Az Zukhruf. 43:63 dan Qs. Ali `Imron. 3:50)

5.      ISA ITU ADALAH KEBENARAN YANG MEREKA RAGUKAN

“Dzalika isabnu maryama, qoulal khaqqilladzii fihi yamtaruun”.

“Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenaran-Nya”. (Qs. Maryam. 19:34)

6.      ISA ITU MEMBAWA MUJIZAT

Wa mushoddiqol lima baina yaday ya minat tauroti wa li ukhilla lakum ba`dalladzi khurrima waji `alaikum, waji`tukum bi ayatim mirrobbikumfattaquullah wa athii`uun.

“Dan (Aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelum-Ku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan Aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mujizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.                      (Qs. Ali `Imron. 3:50)

7.      ISA ITU MENJADI TANDA DAN RAHMAT DARI ALLAH

“Wali naya`alahu ayatan linasi wa rohmatan minna, wa kana ammrom maqdiyya”.

“Dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat bagi Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. (Qs. Maryam. 19:21).

8.      ISA  ITU  DAPAT  MENYEMBUHKAN ORANG SAKIT  BUTA,  SAKIT LEPRA, 
      MEMBUAT BURUNG DARI TANAH DAN MEMBANGKITKAN ORANG MATI

“Anni qodzi`tukum bi ayatim mirrobbikum anni akhluqu lakum minattini kahai atit thoirifa faanfukhu fihii fayaknu thoirom bi idznillahi, wa ubri`ul akh maha wa abrosho wa ukhyil mauta bi idznillahi, wa unnabbiukum ta`kuluna wa matadda khirruna fi buyutikum”.

“Sesungguhnaya Aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mujizat) dari Tuhanmu, yaitu Aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian Aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seijin Allah; Dan Aku menyembuhkan orang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan Aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah; Dan Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu”. (Qs. Ali `Imron. 3:49)


        9.   ISA ADALAH SOSOK PRIBADI YANG SUCI

“ Qola Innama anna rosulu robbiki li ahabbalaiki ghulaman zakiyya”.

Ia(Jibril) berkata: “Sesunggunya aku ini seorang utusan Tuhanmu, untuk memberi seorang anak laki-laki yang suci”. (Qs. Maryam. 19:19)


     10.   ISA DIBERI KELIMPAHAN SAAT LAHIR, MENINGGAL DAN BANGKIT

Wassalamu `alayya yauma wulidtsu wayyauma amutu wa yauma ub`atsu khayya”.

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada-Ku pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali. (Qs. Maryam. 19:33).


     11.   ISA MATI DAN BANGKIT DI ANGKAT ALLAH

Ya Isa inni mutawafika wa rofi`uka ilayya wa muthohiruka minalladzi nakafaru”.

“Hai Isa sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan menganngkat kamu  kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir”. (Qs.Ali `Imron. 3:55)

12.      ISA DIANGKAT DI SISI ALLAH

“Balrrofa `ahullahu ilaih, wakanallahu aziizan khakima”.

Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
(Qs. An Nisa`. 4:158)

13.      ISA ASAL MULANYA DARI ROH ALLAH

“Wallati akhsonat farjahaa fanafakhanaa fiihaa min rukhinaa waja`alnaha wabnaha ayatan lil `alamiin”.

“ Dan Maryam yang telah memlihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalamnya Roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda yang besar bagi semesta alam”. (Qs. Al Ambiya`. 21:91).
           
      14ISA DI IMANI AHLI KITAB DAN ISA AKAN JADI SAKSI DI HARI KIAMAT

“Wa immin ahli kitabi illa layu` minnana bihi qobla mautihi, wa yaumal qiyamati ya`kumu `alaihim syahida”.

“Tidak seorang pun ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya ( Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka:. (Qs. An Nisa`. 4:159).

  1.  DIA YANG AWAL DAN YANG AKHIR

“Huwal awwalu wal akhiru wadh dhohiru wal bathinu, wa huwawa bikulli syaiin `aliim”.

“Dialah yang awal dan yang akhir yang dhohir dan yang batin; Dan Dia mengetahui segala sesuatu”.
(Qs. Al Hadid. 57:3).

             






   ISA AL MASIH MENURUT PERNYATAAN HADITS

1.      ISA AKAN DATANG KEMBALI SEBAGAI HAKIM YANG ADIL

“Walladzi nafsii biyadihi layuu syikana ayanzila fi kumubnu maryama khakaman muqsithon”.

“Demi Allah yang jiwaku dalam tangan-Nya! Sesungguhnya telah dekat masanya Isa putra Maryam akan datang di hadapanmu menjadi hakim yang adil”. (HSB.1090 dan HSM. 127).

2.      ISA ADALAH IMAM MAHDI DAN HAKIM YANG ADIL

“Isabnu maryama imama mahdiya wa hakaman adlan”.

“Isa putra Maryam adalah Imam Mahdi dan Hakim yang adil”. (HSM. Jld.1.hal.74)

3.      ISA ITU ROH ALLAH DAN KALAM ALLAH

“Isa faa innahu rohululloh wa kalimatuhu”.

“Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan kalam Allah”. (H.Anas bin Malik. Hal.72)


4.      TIDAK ADA IMAM MAHDI KECUALI ISA PUTRA MARYAM

Laa mahdiya illa isabnu maryama”.

“Tidak ada Imam Mahdi kecuali Isa putra Maryam”. (H. Ibnu Majah)

5.      ISA ITU HAMBA ALLAH RASUL ALLAH KALAM ALLAH DAN ROH ALLAH

“Wa anna isa abdulloh wa rosuluhu wa kalimatuhu al qoha ilaa maryama wa rukhu minhu”.

“ Dan Isa sesunggunya hamba Allah, Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan Roh dari pada-Nya”. (HSB. 1496).