Kamis, 19 Mei 2016

“WASPADA TERHADAP PENGAJARAN SESAT”

“WASPADA TERHADAP PENGAJARAN SESAT”

Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan  Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. (Ibr. 2:1-4).

Dalam pembacaan diatas, kita melihat dalam ayat pertama dikatakan kita harus beih teliti ketika mendengar sesuatu. Mengapa? Karena kepada setiap orang percaya, Tuhan telah berikan keselamatan itu secara Cuma-Cuma dengan pengorbanan anakNya yang tunggal. Karena itu kita perlu waspada terhadap apa yang kita dengar, karena jangan sampai hal itu mendoktrinasi pikiran kita dengan hal-hal yang menyimpang dari kebenaran firman yang kita pegang teguh sebagai landasan iman kita.
Ada banyak cara setan untuk menjebak orang percaya, salah satunya dengan pengajaran yang seolah-olah benar, namun tidak memiliki dasar Firman yang dapat dipegang. Salah satu contoh seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kab. Alor , desa pantar Proponsi NTT. Didaerah tersebut ada beberapa persekutuan doa yang terkontaminasi dengan ajaran yang menyimpang, yakni dengan munculnya beberapa orang yang menamakan diri mereka sebagai “laskar Kristus”. Tugas mereka ini adalah menjaga ibadah, dan ketika salah satu anggota mengatakan bahwa ia menadapat “wahyu Tuhan” bahwa ada salah seorang dari anggota persekutuan yang memegang jimat dsb, maka orang tersebut akan mereka pukul hingga babak-belur.
Ajaran-ajaran seperti ini sebenarnya tidak memiliki dasar Firman, karena tidak ada firman yang menjamin hal terebut. Pertanyaannya: mengapa ajaran tersebut bisa masuk? Jawabannya adalah karena tidak memiliki pemahaman Firman yang benar.

Dari pembacaan diatas, Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa firman Tuhan yang kita dengar adalah Firman yang disampaikan Tuhan melalui malaikat, karena itu ketika ada pelanggaran yang dibuat maka akan ada balasan yang setimpal yang akan Tuhan berikan pada siapa yang melanggar. Firman yang Tuhan berikan juga adalah firman yang disertai dengan mukjizat-mukjizat, jadi ketika mendengar firman Tuhan disampaikan, harus diterima dengan sungguh-sungguh karena ada kuasa yang menyertai. Dan apabila kuasa Tuhan menyertai, maka anda tidak mudah untuk terjebak dengan pengajaran-pengajaran yang menyimpang dari kebenaran. Amin.

Selasa, 03 Mei 2016

MENJADI ORANG-ORANG YANG BERBAHAGIA


“MENJADI ORANG-ORANG YANG BERBAHAGIA”
LUK. 11:27-29

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."  Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Kita semua adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan bahkan sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4). Karena itu sebagai orang-orang pil ihan kita harus bersyukur karena kenyataan bahwa kita adalah orang-orang yang istimewa dihadapan Tuhan.
Dalam injil Lukas, penulis mencatat kata “berbahagialah” sebanyak 16 kali. Dalam prinsip menafsir kalimat yang diulang-ulang merupakan suatu hal yang penting. Dengan kata lain, penulis  injil Lukas ingin menyatakan bahwa “kehidupan yang berbahagia” merupakan hal yang penting. Sebab kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, adalah kehidupan yang sempurna. Dalam kitab Amsal, penulis mengatakan bahwa “Hati yang gembira adalah obat yang manjur” artinya orang yang selalu hidup dalam kebahagiaan adalah orang-orang yang selalu dalam perlindungan Tuhan.
Bila dihubungkan dengan bagian ini, berdasarkan ayat Firman Tuhan diatas, Tuhan Yesus berkata bahwa yang berbahagia bukan orang yang menjadi ibunya dalam maksud adalah Maria. Tetapi yang berbahagia adalah orang yang medengarkan Firman Tuhan dan memeliharanya. Jadi ukuran untuk menjadi orang yang berbahagia bukan harta benda yang kita miliki, melainkan ketika kita mendengar dan memelihara Firman Tuhan. Karena itu semakin kita mendengar dan memelihara Firman, maka semakin berbahagialah kita.
Memang dalam mengikut Tuhan, kita harus menyangkal diri dan memikul salib. Artinya ada beban yang juga harus kita tanggung, dan justru saat kita rajin mendengar Firman dan memeliharanya, kita akan mendapatkan banyak janji yang Tuhan berikan didalamnya untuk menguatkan kita saat menghadapi permasalahan kehidupan sehingga kita tidak perlu lagi untuk takut dan putus asa.

Tetaplah berbahagia dan jangan pernah khawatir untuk memikul kuk yang Tuhan pasang, sebab Yesus berkata: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat. 11:30).

Minggu, 01 Mei 2016

“PENDALAMAN ALKITAB” SABAR, KESABARAN, PANJANG SABAR

“PENDALAMAN ALKITAB”
SABAR, KESABARAN, PANJANG SABAR
(Ibrani erekh, Yunani makrothumia).
Sumber : Ensiklopedi Alkitab


I. Sifat Allah Yg Panjang Sabar
Sifat ini bukanlah kepasifan, tapi penguasaan atau pengekangan ataupun pengendalian diri Allah menghadapi perlawanan dan hal-hal lain yg menimbulkan amarah-Nya. Sifat ini hampir selalu dikaitkan dengan sifat kasih sayang dan kemurahan Allah terhadap orang berdosa dan pemberontak, yg sebenarnya patut kena murka-Nya. Tanda perlindungan diberikan-Nya kepada Kain (#/TB Kej 4:15*), pelangi (#/TB Kej 9:11-17*; bnd #/TB 1Pet 3:20*), berkali-kali Israel yg durhaka itu dipulihkan kembali (#/TB Hos 11:8-9*), diselamatkan-Nya Niniwe (#/TB Yun 3*), pembelaan Yesus yg berulang-ulang atas Yerusalem (#/TB Mr 12:1-11*), penundaan kedatangan Kristus yg kedua kalinya (#/TB 2Pet 3:9*),  —  semuanya itu adalah ungkapan dari panjang sabar Allah. Kesabaran Allah adalah ‘pemberian tempat dan waktu bagi manusia dengan maksud tertentu’ (Barth). Panjang sabar Allah adalah kesempatan yg diberikan untuk bertobat (#/TB Rom 2:4*; #/TB 2Pet 3:9*), dan doa dapat memperpanjang kesempatan ini (#/TB Kej 18:22* dab; #/TB Kel 32:30*; #/TB 1Yoh 5:16*).

II. Kesabaran Manusia
Dalam Ams sifat ini paling dipuji; karena sangat berharga dalam praktik hidup untuk menghindari perselisihan, juga dalam menertibkan perkara-perkara dunia dengan bijaksana, terutama jika terlibat dalam hal-hal yang menimbulkan amarah. Orang Kristen wajib menunjukkan kesabaran seperti kesabaran Allah, dalam hubungan satu sama lain (#/TB Mat 18:26,29*; #/TB 1Kor 13:4*; #/TB Ef 4:2; 1*.Tes #/TB Ef 5:14*), sebab panjang sabar adalah salah satu dari buah Roh Kudus (#/TB Gal 5:22*). Kesabaran dalam hubungan dengan sesama harus sesuai dengan kesabaran (Yunani hupomone) dalam menghadapi penderitaan dan cobaan (#/TB Rom 5:3*; #/TB 1Kor 13:7*; #/TB Yak 1:3; 5:7-11*; #/TB Wahy 13:10*). Kesabaran yg menyerupai kesabaran Yesus ini (#/TB Ibr 12:1-3*) adalah karunia ilahi (#/TB Rom 15:5*; #/TB 2Tes 3:5*). Orang Kristen yg bertahan sampai akhir karena kesabarannya, akan selamat atau memperoleh hidupnya (#/TB Mr 13:13*; #/TB Luk 21:19*; #/TB Wahy 3:10*).